Se’i, Masakan Daging Khas NTT
KUPANG – Bila Anda bepergian ke kota Kupang, ibukota provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pasti akan menjumpai makanan lokal yang sudah sangat terkenal, yaitu Se’i, yang merupakan daging yang diiris tipis dan diasap setelah dicampur bumbu dan diolah secara tradisional.
Merry Seran, salah seorang warga kota Kupang menjelaskan, Se’i bisa berasal dari daging sapi, babi, ayam bahkan ikan seperti tuna dan cakalang. Kata Se’i berasal dari bahasa Rote yang artinya daging yang diiris tipis memanjang.
“Untuk melunakkan daging biasa digunakan cara tradisional. Daging yang telah dipotong dicampur daun pepaya atau bisa juga ditumbuk atau digeprak untuk mematahkan serat-serat daging supaya menjadi lunak,” sebutnya.
Tapi, melakukannya harus hati-hati, pesan Merry, supaya daging tidak menjadi hancur, tapi ada juga yang mengirisnya dengan arah serat melintang agar Se’i yang sudah matang akan renyah dan memudahkan saat dikunyah.
Setelah itu, lanjutnya, daging tersebut direndam di dalam air garam selama kurang lebih 6 sampai 12 jam, baru diangkat dan digantung guna mengeluarkan air dan darah yang ada di dalamnya.
“Setelah kering daging tersebut diasap di atas tungku batu menggunakan bahan bakar dari kayu khusus bernama kayu Kusambi (Schleichera Oleasa) dan di bagian atas daging juga ditutup dengan daun Kusambi untuk memberi aroma khas,” terangnya.
Sementara itu, Hany Benu, warga lainnya menambahkan, saat pengasapan yang perlu diperhatikan kayu api tersebut jangan menyala atau mengeluarkan api sehingga harus selalu ditunggui. Jarak antara daging dengan kayu api kurang lebih 30 sentimeter, agar daging tidak hangus terbakar dan saat proses pengasapan daging selalu dibolak-balik agar matangnya merata.
“Proses pengasapan ini bisa berlangsung selama 15 sampai 30 menit, tapi itu juga tergantung dari banyaknya daging yang dibakar serta bara apinya. Setelah itu, daging yang sudah diasapkan biasanya disimpan di atas tungku api,” sebutnya.
Daging Se’i kini mudah dijumpai. Hampir semua toko penjual oleh-oleh khas NTT di kota Kupang pasti menyiapkannya dalam bentuk kemasan dan bila ingin mencicipi kelezatannya bisa mampir ke restauran dan rumah makan.