Ragam Pelatihan, Posdaya Harmoni Tingkatkan Wawasan Masyarakat

MALANG – Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri – Kehadiran Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) di berbagai daerah benar-benar bisa memberikan pengaruh positif dan manfaat tersendiri bagi masyarakat terutama bagi ibu-ibu. Melalui penyelenggaraan pelatihan-pelatihan yang kerap kali dilakukan, setidaknya mampu menambah wawasan serta memberikan ilmu baru bagi masyarakat.

Hal tersebut diakui Nanik Sonhaji, Ketua Posdaya Harmoni yang merupakan salah satu posdaya binaan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Malangkucecwara.

Nanik menjelaskan, Posdaya Harmoni sendiri sebenarnya sudah berdiri sejak lima tahun yang lalu dan sudah menerapkan empat pilar yang menjadi pokok pemberdayaan yakni pendidikan, lingkungan, kesehatan dan ekonomi.

“Dari 19 RW yang ada di Kelurahan Mojolangu, setidaknya saat ini ada tiga RW yang menjadi binaan Posdaya Harmoni dan kerap mendapatkan pelatihan serta pengarahan dari para dosen STIE Malangkucecwara yakni RW 7, RW 17 dan RW 6,” jelasnya ketika ditemui Cendana News di rumahnya yang berlokasi di Perumahan ABM Permai, Kelurahan Mojolangu, Kota Malang. Pelatihan dan pengarahan tersebut meliputi kesehatan, pendidikan, lingkungan dan ekonomi.

Suasana pelatihan di Posdaya Harmoni. Foto: Istimewa

Disebutkan Nanik, para dosen STIE Malangkucecwara melalui Posdaya Harmoni bekerjasama dengan dokter kesehatan sudah beberapa kali memberikan pengarahan mengenai kesehatan tentang kanker serviks dan masalah kesehatan lansia yang telah mengalami menopause.

“Di daerah ini kebetulan ada perkumpulan olahraga. Jadi setelah selesai olahraga, ibu-ibu dikumpulkan untuk kemudian diberikan ulasan mengenai kesehatan,” terangnya.

Menurutnya, pengarahan kesehatan itu sangat bermanfaat bagi ibu-ibu sehingga mereka bisa mengetahui apa saja kendala-kendala yang biasa dihadapi ketika sudah mengalami menopause dan bagaimana solusinya.

Selain itu, di sana juga disampaikan agar ibu-ibu harus menjaga makanan dan pola makan.

“Waktu itu juga diajarkan keterampilan sederhana yakni membuat agar-agar yang bergizi, yaitu dengan menggunakan daun suji sebagai pewarna alami,” ucapnya.

Kemudian pernah juga diberikan pelatihan tentang ekonomi yakni bagaimana caranya untuk mengatur keuangan agar ibu-ibu tidak boros.

Tidak hanya itu, mereka juga mendapatkan pelatihan keterampilan dari daur ulang kain perca untuk dibuat bros.

“Kebetulan saya sendiri seorang penjahit, jadi banyak kain perca yang tidak terpakai yang bisa digunakan untuk membuat bros,” akunya.

Ada juga pengarahan masalah pendidikan tentang agama. Misalnya bagaimana caranya menghindarkan anak-anak agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas. Selanjutnya juga ada pelatihan tentang lingkungan yaitu bagaimana cara mengelola sampah agar bisa lebih bermanfaat secara ekonomi.

Menurut Nanik, banyak sekali manfaat kehadiran Posdaya bagi masyarakat. Melalui pelatihan-pelatihan tersebut diharapkan bisa menambah wawasan dan ilmu bagi masyarakat. Dengan begitu, warga bisa lebih sadar untuk turut menjaga lingkungan dan kesehatan serta menjaga anak-anak agar terhindar dari pergaulan yang tidak baik.

“Semoga program Posdaya bisa terus berlanjut sehingga wilayah di Kelurahan Mojolangu bisa lebih maju lagi,” pungkasnya.

Suasana pelatihan tentang kesehatan. Foto: Istimewa

 

Lihat juga...