KEDIRI – Sebanyak 80 UMKM dari berbagai daerah di Jawa Timur, mengikuti kegiatan sosialisasi serta fasilitasi pendirian badan hukum untuk usaha ekonomi kreatif. Kegiatan tersebut diselenggarakan Iwaba bekerjasama dengan sahabat UMKM, dan Bekraf.
Pembuatan badan hukum dibutuhkan sebagai upaya mendorong usaha mereka lebih maju. Dan respon positif diberikan oleh para pelaku usaha kecil dan menengah dengan banyaknya yang hadir mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya sengaja mengikuti acara ini, karena ingin mengetahui prosedur pendirian badan hukum. Usaha saya ini mikro, tapi saya berharap ke depan bisa lebih besar lagi,” ujar seorang peserta asal Sidoarjo Yuli Ruantinah, Jumat (13/10/2017)
Yuli yang memiliki usaha telur asin di Sidoarjo mengatakan, selama ini, pemasarannya masih di lokal Jatim baik di toko oleh-oleh ataupun pasar swalayan. Namun, ia ingin agar usahanya bisa semakin luas dan maju.
Ia berharap, dengan kegiatan ini ke depan akan difasilitasi pendirian badan hukum. Saat ini, usahanya masih berupa usaha dagang, yaitu UD Baginda Jaya, sidoarjo. Jika ingin lebih luas maka harus dirubah menjadi PT.
Sementara secara modal juga masih terbatas sehingga tidak mudah untuk melakukan perubahan tersebut. “Saya berharap, paling tidak Indonesia tahu produk saya,” tambahnya.
Ketua Iwaba se-Wilayah Kerja Bank Indonesia Kediri Anita Djoko Raharto mengatakan kegiatan ini memang sengaja digelar dengan tujuan ingin menjadikan UMKM Naik kelas. Diharapkan UMKM di Kediri bisa semakin maju, termasuk merambah hingga ekspor.
Para peserta mendapatkan berbagai informasi terkait dengan berbagai hal untuk pendirian usaha. Bahkan, bukan hanya materi, mereka juga disediakan notaris untuk bisa konsultasi, sehingga mereka mengetahui berbagai kekurangan dalam proses izin, sehingga bisa secepatnya dilengkapi.
“Jadi, kami arahkan untuk ekspor atau yang produknya tidak memungkinkan ekspor bisa dibuat “Franchise” waralaba. Kami sosialisasikan untuk pembuatan PT, hak paten, izin, pengarahan pembiayaan sampai ekspor,” ujar Anita.
Dalam acara ini diikuti pemilik UMKM dari berbagai daerah di Jatim. Usaha mereka juga beragam, misalnya makanan, minuman, hingga jasa. Jumlah peserta juga dibatasi hanya 80 peserta. Padahal, yang berminat mendaftar hingga ratusan pemilik usaha.
Panitia memang melakukan seleksi yang cukup ketat dalam kegiatan ini. Peserta yang dipilih adalah usaha yang menarik dan berpotensi maju ke depannya.
“Kami lakukan seleksi yang cukup ketat. Ada wawancara begitu data masuk dan beragam usahanya, seperti makanan, bahkan ada juga yang fotografer, animasi,” katanya.
Ke depan juga akan dilakukan pendampingan secara intensif guna mengetahui perkembangan usaha mereka. Namun, ia juga sadar beberapa pelaku UMKM juga mengaku khawatir terkait dengan pajak jika usaha mereka sudah menjadi PT.
“Mereka takut pajak, padahal tidak seperti yang mereka bayangkan. Yang jelas, kami ingin menjadikan mereka yang terbaik,” kata Anita.
Dalam acara tersebut, juga dihadiri pendiri sahabat UMKM, mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko. Selain itu, kegiatan tersebut juga dihadiri perwakilan badan ekonomi kreatif (Bekraf) serta pemilik UMKM se-Jatim. (Ant)