Pulse: Tingkat Kepercayaan Terhadap Duterte Masih Tinggi

MANILA – Presiden Filipina Rodrigo Duterte mempertahankan peringkat tinggi kepercayaan umum dalam jajak pendapat oleh lembaga Pulse Asia yang disiarkan pada Jumat (13/10/2017).

Hasil survei menyebutkan, 81 persen dari 1.200 warga Filipina, yang ditanya lembaga jajak pendapat oleh pulse pada akhir bulan lalu, mengatakan mempercayai dan menyetujui kebijakan Duterte. Angka tersebut sedikit turun jika dibandingkan dengan survei yang sama pada Juni lalu yang mencapai angka 82 .

Penilaian dalam survei tersebut  ditujukan pada persetujuan menilai kinerja presiden. Sedangkan penilaian pada kepercayaan diberikan dalam hal berkaitan dengan kepribadiannya. “Tidak meminta petanggap memberikan alasan saat memberikan tanggapan,” ujar Pulse Asia.

Hasil dari Pulse tersebut tercatat sangat berbeda dengan survei lain yang menunjukkan penurunan tajam atas kepercayaan dan kepuasan rakyat terhadap pemimpin negara.

Jajak pendapat Social Weather Stations, yang dilakukan pada saat bersamaan dan disiarkan pada Minggu (8/10/2017), menunjukkan kepercayaan dan kepuasan juga peringkat kepribadian dan kinerja pada Duterte, jatuh ke tingkat terendah.

Kondisi itu disebutkan sebagai akibat kebijakan yang diberlakukannya. Jajak pendapat tersebut menunjukkan bahwa Presiden Duterte tetap disukai, namun penurunan terjadi hingga 15 dan 18 angka dari masing-masing criteria. Penurunan tersebut diklaim sangat berarti.

Penurunan angka terjadi setelah adanya demontrasi oleh ribuan orang Filipina yang dipicu oleh kejadian pembunuhan seorang remaja oleh polisi pada 16 Agustus lalu. Aksi tersebut telah memicu adanya pemeriksaan publik yang belum pernah terjadi sebelumnya pasca kebijakan perang terhadap obat-obatan terlarang.

Pengulas tidak dapat menjelaskan mengapa ada perbedaan besar dalam hasil survai dua lembaga sangat dihormati di Filipina tersebut. Ilmuwan Edmund Tayao mengatakan, jajak pendapat Pulse menunjukkan bahwa masyarakat masih mengakui pentingnya perang melawan narkoba.

Diyakini Tayao, hasil survei tersebut tidak akan mempengaruhi konsistensi Duterte terhadap agenda perangnya terhadap narkoba. “Suara presiden tidak berubah, berapa pun jumlahnya,” kata Tayao,

Akademisi Universitas Filipina Ranjit Rye menyebut, ada sedikit penurunan kepercayaan public kepada presiden. Namun demikian hal tersebut tidak menyebabkan hilangnya daya tarik Duterte.

Bahkan meski suara politik di negara tersebut menentang kebijakan presiden, diyakini penilaian tersebut tetap tidak berpengaruh pada kepercayaan orang terhadap kepemimpinannya.

“Apakah survei ini akan menghasilkan perubahan besar pada kebijakannya, saya kira tidak. Meskipun semua suara politik, semua menentang presiden, dia terus menjadi sangat terkenal dan orang menyetujui kepemimpinannya ” tandas Rye. (Ant)

Lihat juga...