Setahun Kematian Raja, Thailand Gelar Upacara Sedekah

BANGKOK – Thailand mengadakan upacara sedekah umat Buddha nasional, Jumat (13/10/2017). Kegiatan tersebut menandai setahun kematian Raja Bhumibol Adulyadej yang sangat dihormati dan dianggap sebagai figur ayah bangsa selama tujuh dekade pemerintahannya.

Kegiatan tersebut digelar terpusat di Rumah Sakit Siriraj, Bangkok. Sebanyak 199 biksu Buddha berjubah oranye ikut serta dalam acara di rumah sakit di mana raja menghabiskan sebagian besar masa senjanya dirawat karena berbagai penyakit sebelum kematiannya 13 Oktober tahun lalu.

Para biksu menembus kerumunan ratusan warga Thailand yang berpakaian hitam pertanda berkabung. Para biksu menerima paket biskuit dan air kemasan, dan di barang-barang lainnya dalam mangkuk sedekah kuningan besar.

Kegiatan tersebut sebagai cara untuk mengumpulkan pahala bagi raja rakyat yang membantu membentuk negara Asia Tenggara dalam masa-masa setelah Perang Dunia Kedua.

“Kami akan mengingat kebaikannya dan mengikuti setiap langkahnya,” ujar salah seorang pelayat, Laksana Lueprasert (65).

Di Gedung Pemerintahan Bangkok, Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha memimpin pejabat pemerintah dan media dalam upacara serupa. Diawali dengan dengan mengheningkan cipta selama 89 detik, menandai usia raja jika dia tinggal sampai hari kelahirannya pada 5 Desember.

Deretan biksu berdoa di tengah potret raja berbatasan dengan bunga marigold kuning. Upacara nasional tersebut mendahului acara kremasi kerajaan yang akan diadakan pada 26 Oktober di Grand Palace, di mana orang Thailand akan berpisah terakhir kalinya dengan sang raja.

“Dia telah pergi, tapi kita masih menyimpan sosoknya dalam pikiran kita sampai hari ini,” ujar pelayat lainnya, Manee Chawalitnate (58).

Meskipun kental dalam tradisi kuno, pemakaman yang akan berlangsung lima hari tersebut memungkinkan partisipasi yang lebih besar oleh publik daripada raja-raja sebelumnya.

Para pengrajin telah menghabiskan sepuluh bulan bekerja di lokasi kuno Bangkok untuk membangun sebuah situs kremasi rumit yang dibuat setelah membayangkan tentang surga.

Raja Maha Vajiralongkorn, atau Rama X, menggantikan ayahnya dan telah mengawasi perubahan besar-besaran terhadap rumah tangga kerajaan, termasuk menjalankan keuangan istana. (Ant)

Lihat juga...