LOMBOK TENGAH – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) maupun Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) selaku perusahaan BUMN yang mengelola kawasan Mandalika mengevaluasi perusahaan dan investor yang telah mendapatkan izin investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Lombok.
“Saya minta supaya perusahaan atau investor yang sudah mengantongi izin, supaya dievaluasi, beri waktu enam bulan, kalau belum juga membangun dan mulai melakukan konstruksi, cabut izinnya” kata Jokowi saat meresmikan tiga kawasan KEK antara lain Tanjung Lesung, Palu dan Mandalika di KEK Mandalika Kuta, Kabupaten Lombok Tengah, Jumat (20/10/2017).
Menurutnya, evaluasi dan pemberian tenggang waktu tersebut untuk mendapatkan kepastian, kalau memang tidak mampu diberikan kepada investor lain yang telah banyak mengantri untuk menanamkan investasi di KEK Mandalika.
Ia mencontohkan bagaimana pengusaha asal Qatar saat ditunjukkan foto KEK Mandalika langsung ingin borong semua begitu melihat potensi dan keindahan yang dimiliki Mandalika.
Dengan nada meninggi, Jokowi menegaskan, bicara Mandalika, sudah 29 tahun diharapkan jadi kawasan wisata bertaraf internasional, tapi sampai sekarang urusan tidak kunjung rampung, karena tersangkut masalah pembebasan lahan. Hal tersebut mengurangi kepercayaan investor masuk.
“Setelah dikejar masalahnya apa, ternyata tersangkut masalah payung hukum berupa selembar kertas, makanya saya keluarkan Inpres, selama dua bulan pembayaran langsung lancar semuanya,” tegas Jokowi.
Jokowi berharap supaya nilai investasi di KEK Mandalika bisa terus ditingkatkan, termasuk terus melakukan perbaikan pembangunan infrastruktur dasar yang bisa menarik investasi, sehingga Mandalika betul-betul bisa menjadi kawasan wisata internasional yang memberikan kemanfaatan kepada masyarakat.
Urusan cafe, homestay bisa di-back up berstandar internasional, mumpung baru mulai, terencana dengan baik, KEK Mandalika bisa menjadi kawasan besar bagi masyarakat.
“Untuk mendukung perkembangan UKM dan ekonomi kreatif, ITDC juga perlu mempersiapkan fasilitas infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat, misalnya membangun pasar cenderamata. Siapkan lahan, biar masyarakat bisa ikut merasakan manfaat keberadaan pariwisata,” tuturnya.
Masyarakat bisa menjual mutiara, usaha warung makan, direkrut jadi karyawan, dengan senantiasa memunculkan nilai kearifan lokal.
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga meminta supaya pegunungan dan perbukitan di sekeliling pantai KEK Mandalika yang telah gundul dihijaukan, supaya bisa terlihat lebih indah dan hijau. Yang kurang pohonnya ditanam, ITDC bertanggung jawab, ajak Kodim, Korem Pangdam, dan masyarakat.
“Mau berapa ribu saya kasih, jangan hanya wacana menanam jutaan, miliaran pohon, tapi tidak dirawat dan yang hidup hanya tiga biji. Model seperti itu ditinggalkan, jangan bohongi saya, orang lapangan dibohongi,” paparnya.
Sementara itu, Menko Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, nilai investasi yang telah masuk KEK Mandalika sekarang ini telah mencapai 13 triliun, 4,1 triliun di antaranya merupakan investasi lapangan untuk pembangunam hotel berbintang.
Kek Mandalika bisa menjadi wahana kesejahteraaan masyarakat, maka SDM masyarakat perlu disiapkan sehingga bisa menjadi bagian pelaku pariwisata dengan menjalankan usaha ekonomi kreatif maupun mengembangkan homestay, kafe, dan industri kreatif lainnya.
