PKK Balikpapan Dorong Anggotanya Aktifkan Posyandu
BALIKPAPAN – Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Balikpapan menilai kadernya aktif dalam kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Kota Balikpapan. Adapun jumlah Posyandu di kota Balikpapan saat ini sebanyak 1.400 unit yang tersebar di sejumlah kelurahan.
Setiap RT memiliki Posyandu yang diakomodir oleh masyarakat untuk masyarakat sekitar. Kehadiran Posyandu sendiri untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yaitu kesehatan ibu dan anak khususnya. Sasaran utama kegiatan Posyandu adalah balita dan orang tuanya, ibu hamil, ibu menyusui dan bayinya, serta wanita usia subur. Sedangkan yang bertindak sebagai pelaksana Posyandu merupakan kader, termasuk di dalamnya terdapat tim dari PKK Balikpapan.
Ketua Penggerak PKK Balikpapan mengatakan kader-kader PKK yang tercatat di Kota Balikpapan selalu berperan aktif dalam kegiatan Posyandu dan diharapkan kader PKK juga membantu tugas-tugas Posyandu di lingkungan sekitar.
“Kader-kader PKK ini juga berperan aktif di lingkungan sekitar atau RT setempat, kemudian nanti ada tim medis dari Puskesmas setempat. Kegiatan dari Posyandu selama ini melakukan penimbangan, pengukuran tinggi badan, pemeriksaan besar kepala, pemeriksaan ibu hamil dan lansia,” jelasnya saat ditemui Jumat (20/10/2017).
Ia mengatakan kehadiran Posyandu di lingkungan sekitar tentu untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat pada umumnya serta kesehatan ibu dan anak pada khususnya. Karena Posyandu bagian dari pembangunan untuk mencapai keluarga kecil bahagia dan sejahtera yang dilaksanakan oleh keluarga bersama dengan masyarakat di bawah bimbingan petugas kesehatan puskesmas setempat.
“Posyandu ini dari masyarakat untuk masyarakat, yang dibantu petugas kesehatan puskesmas setempat. Apabila puskesmas tidak aktif di salah satu RT kemungkinan bergabung dengan RT yang lain agar lebih efektif,” paparnya kepada media.
Disebutkan Arita, 70 persen Posyandu di Balikpapan aktif menjalankan tugasnya dari jumlah posyandu di Balikpapan sebanyak 1.400 unit.
“Yang tidak aktif itu ada kemungkinan bergabung dengan RT lainnya dengan melihat jumlah balita dan efektivitas dalam pelayanan. Dijadikan satu agar pelayanannya lebih maksimal. Tidak aktif itu bukan karena kadernya tidak ada atau tim PKK yang juga aktif tapi untuk mengoptimalkan peran dari Posyandu,” pungkasnya.
Pihaknya juga senantiasa mendorong Posyandu untuk terus aktif dan kader PKK diharapkan juga selalu berperan aktif dalam Posyandu karena bagian dari masyarakat untuk masyarakat.