YOGYAKARTA – Komunitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Yogyakarta mendorong pelaku usaha sektor UMKM membidik peluang pasar digital untuk memperluas akses pasar serta meningkatkan keuntungan.
“Kerajinan tangan dari kayu, kulit, kertas perajin atau UMKM di DIY cukup menarik untuk dipasarkan secara digital atau online,” kata Ketua Komunitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (KUMKM) DIY, Prasetyo Atmosutidjo, di Yogyakarta, Minggu (8/10/2017).
Menurut dia, produk olahan buah karya pelaku usaha lokal DIY cukup menarik dan potensial jika dipasarkan dengan memanfaatkan teknologi internet. Banyak konsumen dari daerah lain yang ingin membeli, namun tidak memiliki akses lokasi penjualan.
Ia mengakui, hampir 100 persen pelaku UMKM DIY mengenal pemasaran secara digital. Namun, yang memanfaatkannya betul-betul untuk memasarkan produknya belum banyak. Untuk sektor usaha kecil bahkan baru lima persen.
Kemampuan teknis pemasaran secara online mencakup pemilihan serta pengunggahan gambar produk, pembuatan uraian yang menarik dan pembuatan jejaring di dunia maya, menurut dia, belum banyak dimiliki pelaku UMKM di DIY.
“Karena itu, kami juga berharap Pemda DIY melalui Dinas Koperasi dan UMKM dapat meningkatkan pelatihan pemasaran menggunakan internet,” katanya.
Komite Bilateral Ekonomi untuk Indonesia dan CIS Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Reza Ahmad Maulana, mengatakan hingga tahun ini UMKM sektor industri kreatif yang telah menggunakan sarana digital untuk pemasaran baru 30 persen.
Mengacu sebuah penelitian dari McKinsey Global Institute, setiap UMKM yang aktif melakukan transaksi menggunakan sarana digital kinerjanya akan meningkat dua kali lipat dibandingkan hanya melalui cara konvensional. (Ant)