PANGKALPINANG – Petani ikan air tawar di Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, membatasi pemeliharaan, guna mengantisipasi penyakit jamur ikan selama musim pancaroba di daerah itu.
“Musim pancaroba dari kemarau ke hujan daya tahan tubuh ikan melemah, karena tingkat keasaman air kolam meningkat,” kata Wawan, salah seorang petani lele di Pangkalpinang, Minggu (15/10/2017).
Ia mengatakan, untuk mengatasi kerugian akibat hama penyakit ikan tersebut, petani terpaksa mengurangi pembesaran dan membatasi penambahan bibit lele, karena belum ada obat-obatan untuk mencegah serangan hama penyakit tersebut.
Selain itu, meningkatkan kebersihan kolam dan selektif pemberian pakan ikan, karena pemberian pakan berlebihan dapat memicu perkembangan jamur yang menyerang ikan peliharaan.
Misalnya kejadian tahun lalu, sekitar 500 ekor benih dan ikan siap panen mati terserang jamur selama musim pancaroba. “Kami tidak ingin kejadian tahun lalu terulang lagi yang sangat merugikan petani,” ujarnya.
Demikian juga Deri, petani lele lainnya, mengaku tidak lagi menambah penebaran bibit, karena rawan terserang hama penyakit. “Saat ini kondisi juga belum normal dan potensi kerugian yang dialami petani selama musim pancaroba ini sangat besar,” ujarnya.
Ia mengatakan, selama kondisi musim pancaroba ini, harga lele dan ikan air tawar lainnya mengalami kenaikan. Misalnya, harga lele di tingkat petani naik menjadi Rp23.000 dai Rp18.000 per kilogram, patin naik Rp30.000 dari Rp25.000 per kilogram.
“Kami tidak mau mengambil resiko, karena belum ada obat untuk mencegah penyakit ikan ini. Bila terkena satu ekor ikan, maka ikan lainnya juga tertular dan penularannya juga cepat dan sulit diatasi,” ujarnya. (Ant)