Nasi Jagung, Nostalgia Kuliner Masa Lalu di Balikpapan
BALIKPAPAN — Nasi jagung yang biasa dijajakan di pasar tradisional pada sejumlah daerah di Indonesia, di Balikpapan juga bisa dirasakan oleh pencinta menu ini. Disebut nasi jagung, karena bahan utamanya adalah jagung yang dipipil, selanjutnya direbus. Setelah matang kemudian ditumbuk halus dan sudah bisa dinikmati dengan lalapan.
Nasi jagung yang sudah hadir sejak puluhan tahun ini sangat dikenal sebagai kuliner di pasar tradisional dan pedesaan. Kini, nasi jagung juga hadir di perkotaan-perkotaan yang juga digemari masyarakat. Namun, di kota Balikpapan, kuliner nasi jagung masih sulit ditemui, karena tidak banyak pemain kuliner yang menjual menu nasi jagung.
Namun, bagi Anda warga Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, bisa mendapatkan di pasar tradisional dan beberapa titik yang menjual jajanan pasar. Di jalan Soekarno Hatta kilometer 4 Balikpapan Utara, misalnya, nasi jagung dengan lalapan ini bisa didapatkan pada pagi hari.
Kuliner nasi jagung ini disajikan dengan lalapan daun pepaya, kecambah, dan sayur lodeh. Ditambah lauk ikan asin, kenikmatan nasi jagung terasa lengkap. Untuk mendapatkan kuliner yang satu ini, pecinta nasi jagung juga tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam, cukup Rp10 ribu per porsi.
Pemilik kuliner nasi jagung yang ada di kawasan kilometer 4 jalan Seokarno Hatta, Ani (40), mengatakan berjualan kuliner nasi jagung belum lama digelutinya. Namun, sejak pertama membuka menu ini sangat diminati pembeli.
“Yang biasanya saya jualan kuliner jajanan cenil dan getuk. Kemudian kenapa gak jual nasi jagung juga, siapa tahu ada yang suka? Eh, ternyata pertama kali jualan saya buat satu kilogram, habis dalam waktu dua jam,” kata perempuan kelahiran Kediri, Jawa Timur, ini.
Menurutnya, kuliner nasi jagung ini terinspirasi saat masih tinggal di Jawa kemudian mencoba membuka kuliner ini. “Awalnya agak ragu, maka saya buatnya cuma satu kilogram. Sekarang saya buatnya dua kilogram lebih, juga habis. Nasi jagung yang saya jual ini dilengkapi lalapan urap, dan sayur lodeh ditambah lauk ikan asin. Menunya sederhana saja. Alhamdulillah, laris,” ucapnya, saat ditemui Sabtu (14/10/2017).
Ono (37), mengungkapkan kuliner nasi jagung masih agak sulit ditemui kecuali mencarinya di pasar tradisional. “Dulu waktu di kampung kelahiran saya Ngawi, Jawa Timur, sangat menyukai kuliner nasi jagung ini. Lauknya bervariasi bisa ikan asin, tempe goreng sudah terasa nikmat. Begitu merantau ke kota Balikpapan, nasi jagung masih jarang atau sulit dicari, kecuali di pasar tradisional atau jajanan pasar,” imbuhnya.
Ia mengaku, begitu melihat di kawasan ini ada menu nasi jagung langsung mencobanya. “Tanpa berpikir lama, ketika saya melewati jalan ini langsung berhenti dan merasakan nasi jagung. Makannya bawa pulang, karena enak makannya dibungkus daun pisang,” tukasnya.