MUSI BANYUASIN — Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, berupaya mewujudkan swasembada pangan yang ditargetkan bisa dicapai hingga akhir 2017.
“Untuk mewujudkan target tersebut dalam beberapa tahun terakhir dan hingga kini terus dilakukan berbagai upaya khusus untuk meningkatkan produksi padi, jagung, dan kedelai,” kata Wakil Bupati Musi Banyuasin Beni Hernedi di Sekayu, Senin (2/10/2017).
Dia menjelaskan, swasembada pangan perlu diwujudkan untuk mendukung program pemerintah melepaskan ketergantungan dari negara lain.
Upaya khusus untuk mewujudkan swasembada pangan yakni melakukan berbagai cara yang bisa menghadapi tantangan dalam meningkatkan produksi pangan.
Beberapa tantangan yang dihadapi dalam meningkatkan produksi tanaman pangan padi, jagung dan kedelai seperti sulitnya mendapatkan benih unggul bermutu, serta tidak seimbangnya biaya produksi dan harga jual, serta masih rendahnya kemampuan petani menyediakan sarana produksi seperti pupuk dan obat-obatan pengendali hama.
Selain itu tantangan lainnya seperti belum optimalnya penggunaan teknologi oleh petani serta tingginya konversi atau alih fungsi lahan tanaman pangan ke peruntukan lainnya, katanya.
Dia menjelaskan, selain menghadapi berbagai tantangan itu, untuk mewujudkan target swasembada pangan perlu juga dibangun kerja sama antara petani atau masyarakat dengan aparat pemerintah dan TNI-AD, baik di tingkat kabupaten, kecamatan maupun desa.
Kemudian memaksimalkan peran penyuluh pertanian untuk mendampingi petani karena saat ini telah tersedia satu penyuluh satu desa.
“Saya yakin dan percaya dengan dukungan penyuluh pertanian, dan adanya kerja sama antara pemerintah daerah, petani dengan TNI-AD dan Kementerian Pertanian hingga jajaran terbawah dalam pembinaan dan pendampingan, swasembada padi, jagung dan kedelai bisa tercapai sesuai target yang ditentukan,” ujar Beni.[Ant]