Militer Libya Timur Berikrar Bebaskan Tripoli Dari Milisi  

TRIPOLI – Militer Libya berikrar siap untuk bebaskan 100 persen Ibu Kota Tripoli dari kekuasaan milisi.

Komandan militer yang berpusat di Libya Timur Jenderal Khalifa Haftar secara resmi menyampaikan rencana tersebut, Senin (16/10/2017).  “Hanya sedikit daerah dengan luas tak lebih dari 30.000 kilometer persegi berada di luar kendali militer,” ujar Haftar, yang berpidato di hadapan perwira militer di Kota Benghazi, Libya Timur.

Libya memiliki luas 1,76 juta kilometer persegi. Militer disebut Haftar sekarang menguasai 1,73 juta kilometer persegi. “Ada sedikit yang tersisa bagi militer untuk menguasai seluruh wilayah Libya,” tambah Haftar.

Ia mengungkapkan militer telah merebut kekuasaan atas banyak bagian wilayah Libya Barat. Kawasan tersebut membentang dari Zwara di perbatasan dengan Tunisia ke Kota Zawya, sekitar 30 kilometer di sebelah barat Tripoli.

“Untuk sementara, kami telah mengadakan kontak dengan perwira dan prajurit di wilayah barat. Mereka telah bergabung dengan militer dan baru-baru membebaskan daerah mereka dari Swara ke Zawya,” kata Haftar.

Wilayah Libya Barat belum lama ini telah menyaksikan perlawanan dari beberapa batalion militer yang didukung oleh anggota milisi bersenjata. Akibat peristiwa itu ialah terusirnya anggota milisi dari Kota Sabratha, Sorman dan Ajailat.

Haftar, yang menguasai wilayah selatan dan timur Libya, mengungkapkan bahwa sasaran selanjutnya dari militer ialah Kota Zawya di dekat Tripoli dan kota tersebut akan dikuasai dalam beberapa hari.

“Sasaran yang diumumkan oleh Haftar sebelumnya dikenal oleh banyak pengamat sebagai urusan Libya. Namun, sasaran itu telah dirahasiakan selama bertahun-tahun sampai kesempatan terbuka,” kata Marwan Aqil, seorang pengulas politik Libya.

Pembebasan Tripoli dari anggota milisi adalah tuntutan rakyat di Libya. Hal tersebut semestinya telah dicapai beberapa tahun lalu. “Wewenang negara harus dilaksanakan oleh tentara reguler,” kata Aqil.

Aqil menyebut, Gerakan Haftar di Ibu Kota Libya akan disambut oleh warga, yang sudah menggelar demonstrqasi sekita satu bulan lalu. Rakyat setempat menuntut campur-tangan Haftar untuk menyelamatkan mereka dari kekuasaan milisi.

Mantan perwira Angkatan Darat Libya Faraj Daghman menyampaikan, keterkejutannya atas pengumuman Haftar untuk bergerak ke Tripoli dan bagian barat negeri tersebut. “Setiap orang tahu bahwa ada peta jalan baru PBB yang sedang diterapkan untuk menyelesaikan krisis Libya. Haftar telah merestuinya, meskipun secara tersirat, ketika ia bertemu dengan Utusan PBB Ghassan Salama, di kantornya dua pekan lalu,” kata Daghman.

Kepala Misi Pendukung PBB di Libya Ghassan Salama menyebut, pada September telah mengusulkan rencana aksi buat Libya. Meliputi perubahan kesepakatan politik yang ditaja PBB saat ini, penyelenggaraan konferensi nasional yang ditaja PBB buat semua faksi politik di Libya, pengesahan undang-undang dasar dan pemilihan presiden serta anggota parlemen.

Pernyataan Haftar dikeluarkan saat tahap pertama dialog yang dipelopori PBB antara semua faksi Libya dilanjutkan di Tunis, Tunisia, sejak 26 September.

“Dilancarkannya aksi militer untuk memasuki Libya Barat pada saat ini akan dipandang oleh masyarakat internasional sebagai peningkatan situasi, sehingga menghalangi jalan bagi penyelesaian politik, dan menggantinya dengan penyelesaian militer yang telah lama ditolak oleh Barat,” tambah Daghman.

Militer Haftar, yang bersekutu dengan Parlemen yang berpusat di Libya Timur, menguasai bagian timur dan selatan Libya. Sementara untuk wilayah barat baru beberpa yang berhasil dikuasai. Sisa wilayah negeri tersebut didominasi oleh pemerintah kesepakatan nasional, yang didukung PBB.

Libya telah berjuang untuk membuat peralihan politik sejak ambruknya rejim lama pada 2011. Negeri itu dilanda perpecahan politik dan kerusuhan. (Ant)

Lihat juga...