Menuju Perang Kurdistan

OLEH BERNANDO J. SUJIBTO

SEJAK Minggu dini hari (15/10), intervensi militer sudah dimulai oleh pasukan Irak dan sekutu. Langkah yang diambil menyusul buntunya proses dialog dan negosiasi pasca-referendum Kurdistan (25 September) itu akhirnya harus diterima sebagai pil pahit bagi Kurdistan di Irak utara. Karena ke depan, jika kedua pihak tidak segera mencari solusi damai, perang akan berlanjut dan kekacauan baru di Irak akan segera hadir di depan mata.

Sebenarnya pasukan militer Irak dikabarkan sudah mulai bergerak menuju Kirkuk, daerah Kurdi yang kaya minyak, sejak awal Oktober untuk menjaga keamanan di kawasan. Dan Minggu dini hari mulai terjadi tembakan yang dilaporkan dilakukan oleh pasukan Irak. Setelah itu, pasukan militer Irak bergerak ke utara, ke kota-kota utama yang dihuni oleh suku Kurdi seperti Erbil dan Sulaimaniye.  Pada hari pertama intervensi militer, seperti dilaporkan koran lokal seperti Rudaw (berbasis di Irbil, Kurdistan), Kurdistan24, ataupun Akhbar, pasukan militer Kurdi Peshmerga menyerahkan diri di Kirkuk karena dorongan Patriotic Union of Kurdistan (PUK), koalisi KDP. Sikap PUK tersebut telah memancing kemarahan rakyat Kurdi karena mereka merasa dikhianati oleh orang Kurdi sendiri, bukan Turki atau Arab (sebagai “musuh” perjuangan mereka selama ini). Karena kondisi yang tidak aman, rakyat Kurdi meninggalkan Kirkuk menuju ibu kota Erbil.

Sejak Rabu malam (18/10), setelah sehari sebelumnya Presiden Kurdistan Masoud Barzani menyampaikan pidatonya di depan rakyat untuk kembali menjaga Kirkuk, pasukan Peshmerga yang berada dalam kendali pemerintahan Barzani bergerak menuju Kirkuk. Meski belum dikabarkan ada perang terbuka, kekhawatiran akan terjadinya perang terbuka di Irak utara khususnya di Kirkuk sudah semakin nyata. Kirkuk akan menjadi kota yang paling diperebutkan dalam ketegangan kali ini. Daerah kaya minyak yang ditemukan pertama kali oleh Turkish Petroleum Company (sekarang Iraq Petroleum Company) pada tahun 1927 itu mempuyai cadangan minyak yang mencapai 8,5 milyar barel dan nyaris separuh dari ekspor minyak di Irak berasal dari kota Kirkuk. Untuk itu, Kirkuk menjadi daerah rebutan bukan hanya bagi Irak dan Kurdistan.

Negara-negara tetangga seperti Iran dan Turki mempunyai kepentingan yang sama untuk menancapkan pengaruhnya di kawasan itu. Sehingga kedua negara tersebut sejak awal sudah melakukan manuver yang begitu dalam dengan Irak dan negara-negara lain seperti Rusia dan Amerika untuk mengentikan langkah referendum yang didilai illegal itu. Langkah dan dukungan Iran dan Turki kepada Irak telah memberikan garansi kepada mereka untuk melakukan operasi militer demi menjadi kedaulatan. Meski Iran tidak banyak omong menghadapi referendum Kurdistan, agen-agen mereka ternyata sudah siap dan matang untuk melakukan gerakan menggoyang Kurdistan. Sementara Turki bermain lebih cantik dengan tanpa menerjunkan pasukan ataupun agen yang berafiliasi dengan mereka. Turki hanya berposisi di belakang pemerintah dan pasukan militer Irak yang mendukung melakukan operasi terhadap Kurdistan.

Sektarian
Di samping pasukan Irak yang melakukan intervensi di Kurdistan, ada satu faksi militer dari Syiah yang didukung penuh oleh Iran. Kehadiran militan Syiah bernama Hasd al-Shaabi (Popular Mobilization Force, PMF) telah menambah kemarahan suku Kurdi yang mayoritas Sunni. Ketegangan sektarian Syiah-Sunni sangat mungkin akan mewarnai konflik dan kekerasan mereka ke depan. Di samping demi kepentingan minyak, negara seperti Iran dan Turki telah ikut berperang secara tidak langsung dan menjadikan konflik di Kurdistan sebagai medan perang proksi bagi mereka. Hadirnya Iran di balik militan Hasd al-Shaabi sangat mempengaruhi tensi internal masyarakat Kirkuk dan Kurdistan secara luas.

Berbeda dengan Turki yang secara terbuka menyatakan penolakan dan ancamannya terhadap referendum Kurdistan, Iran cenderung kalem dan bahkan bisa dikatakan diam dengan hanya menyatakan sikap seperlunya. Sekarang, ketika milisi Hasd al-Shaabi bahu-membahu dengan pasukan Irak untuk mengambil alih Kirkuk, eksistensi dan manuver intelejen Iran diperhatikan secara seksama. Ini langkah yang sangat cantik dan dimainkan oleh Iran untuk melebarkan kepentingan mereka di Irak.  Di saat yang sama Turki juga ikut andil memainkan perannya untuk menghentikan langkah Kurdistan dengan mendukung penuh pasukan militer Irak yang sedang berada dalam misi mengambil alih Kirkuk. Turki juga mempunyai posisi penting dalam bisnis minyak Kurdistan karena jalur pipa minyak mereka melewati Turki di laut Mediteranea.

Secara penuh Turki bisa mengontrol nafas bisnis minyak Kurdistan dan kapan saja bisa mengambil sikap keras misalnya dengan mengembargo Kurdistan. Bahkan, suku-suku bangsa yang sama-sama besar di Kirkuk seperti Arab dan Turki juga sempat melontarkan isu untuk menuntut batas wilayah mereka. Dua suku yang jumlahnya sama-sama besar tersebut bisa menjadi potensi serius atas konflik sektarian jika gejolak perang di antara Perhmerga dan Irak tidak segera diselesaikan.

Dampak paling nyata adalah kehancuran dan kebinasaan yang akan segera hadir di depan mata mereka. Negeri 1001 malam itu akan sempurna menjadi puing-puing dan cerita fiksi di masa depan, setelah sebelumnya Baghdad dan warisan-warisan kejayaan Islam hancur lebur karena gempuran perang. Akhirnya, yang menjadi perhatian serius di tengah meledaknya perang adalah konflik sektarian yang akan melebar menjadi konflik sipil. Perang sipil yang sebelumnya terjadi di negara tetangga Suriah susah untuk dihindarkan ketika faksi-faksi militer baik dari pasukan militer Irak ataupun dukungan dari PMF dan milisi dari kelompok lain (yang bersifat sukarelawan seperti Arab dan Turk) ikut terlibat dalam perang yang berhadapan langsung dengan Peshmerga.

Penulis adalah dosen dan peneliti kawasan Turki dan Timur Tengah. Alumni pascasarjana di Selcuk University, Turki.

Redaksi menerima kiriman artikel/opini dari publik. Isi naskah di luar tanggung jawab redaksi. Kirimkan artikel/opini beserta biodata dan nomor ponsel ke editorcendana@gmail.com Disediakan honorarium bagi karya yang ditayangkan. 

 

Lihat juga...