Masih Terjadi Ketimpangan Kunjungan Wisatawan di DIY
YOGYAKARTA — Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai daerah tujuan wisata selalu dikunjungi jutaan wisatawan hampir setiap tahunnya. Di mana sebagian merupakan wisatawan asal mancanegara. Namun ternyata kunjungan wisatawan itu masih terpusat di sejumlah daerah dan lokasi saja. Artinya masih terjadi ketimpangan kunjungan wisatawan di DIY.
Kasubdid Dunia Usaha Badan Perencanaan Daerah (Bapeda) DIY, Suyarno, menyebut ketimpangan kunjungan wisatawan di DIY paling banyak terjadi di daerah Gunungkidul dan Kulonprogo. Ketimpangan itu khususnya terjadi pada kunjungan wisatawan mancanegara. Hal itu terjadi karena masih minimnya destinasi menarik di dua wilayah tersebut.
“Ada ketimpangan kunjungan wisatawan di Kulonprogo dan Gunungkidul. Hal itu salah satunya disebabkan karena Kulonprogo dan Gunungkidul minim destinasi yang dapat menarik wisman. Padahal sebenarnya di dua daerah ini memiliki lokasi yang rutin dikunjungi wisman. Seperti Kalibawang, Nglanggeran, Goa Jomblang dan sebagainya. Ini perlu dipikirkan,” katanya.
Kawasan DIY bagian selatan dikatakan juga masih minim mendapatkan kunjungan wisatawan dibandingkan daerah bagian utara. Hal ini berimplikasi pada angka tingkat kemiskinan kawasan DIY bagian selatan yang juga lebih tinggi dibandingkan DIY bagian utara. Kabupaten Gunungkidul Bantul dan Kulonprogo masih kalah dengan Kota Yogyakarta dan Sleman.
Menyikapi hal itu, Pemda DIY, sesuai misi dan visi Gubernur bertekad mengarahkan muka atau wajah DIY menghadap selatan yakni menyongsong abad samudera Hindia. Adanya pembangunan bandara internasional baru, serta pelabuhan baru di pesisir selatan Kulonprogo diharapkan menjadi salah satu upaya mewujudkan hal tersebut. Terlebih DIY ditargetkan menjadi pusat pendidikan, budaya dan pariwisata terkemuka di Asia Tenggara pada 2025 mendatang.
“Saat ini kita sudah masuk dalam tahap ke III tahun 2015-2019. Karena itu semua harus disiapkan. Infrastruktur berupa sarana dan prasarana untuk mendukung keberadaan bandara baru sudah berjalan. Termasuk ruang pengembangan kawasan baru bertaraf internasional di sekitar bandara juga harus segera disiapkan,” katanya.
