Upaya Preventif, BPJS Kesehatan Kalimantan Tambah FKTP

BALIKPAPAN — Setiap tahun upaya peningkatan pelayanan BPJS Kesehatan terus dilakukan salah satunya dengan upaya penguatan preventif dan promotif di tingkat Faslitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Di wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Utara, BPJS Kesehatan menambah 110 FKTP pada 2017.

Saat ini di wilayah Kaltimtengseltara terdapat 1.352 FKTP, dan tahun ini ditargetkan ada penambahan 110 FKTP. Dari target penambahan tersebut, sudah terealiasi 55 FKTP yang tersebar di wilayah Kaltimtengselra.

“Sisanya ada 55 lagi masih ada dua bulan lagi tahun 2017 dan kini dalam proses administrasi. Kami yakin target penambahan FKTP ini tercapai yang tersebar di wilayah kaltimtengselra,” kata Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Kaltimtengseltara Ni MAS Ratna Sudewi.

Ia menjelaskan FKTP yang aktif saat ini sering melakukan kontak dengan masyarakat dalam pemberian pelayanan kesehatan kepada masyarakat di puskesmas atau klinik. “Indikator salah satu dilihat dari tingkat kesehatan masyarakat di wilayah itu,” ucap Ratna, Jumat (13/10/2017).

Ia mengharapkan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mampu mencegah untuk tidak sakit dan bukan mengobati orang yang sakit. Sehingga upaya preventif dan promotif dilakukan pihak puskesmas dan klinik, salah satunya dengan melakukan penyuluhan di FKTP.

Ratna mengaku memang terjadi gap antara FKTP di daerah kota dengan daerah pinggiran atau pedalaman.

“Upaya kita lakukan pendekatan advokasi ke dinas dan puskesmas untuk melakukan kunjungan ke situ baik dokter atau perawat melakukan kunjungan secara bergiliran agar diketahui apakah kondisi kesehatan masyarakat meningkat atau tidak. Apalagi penyakit tidak menular juga terjadi peningkatan seperti diabetes, dan hipertensi,” paparnya.

Terpisah sebuah klinik kesehatan di Balikpapan yang menjadi fasillitas kesehatan tingkat pertama melakukan penyuluhan kepada pengunjung atau masyarakat yang datang ke klinik.

Deka (30) Seorang warga Balikpapan yang berobat di klinik mengatakan saat berkunjung ada penyuluhan oleh Dokter yang bertugas di klinik. Penyuluhan mengenai penyakit tidak menular yakni tanda-tanda penyakit ginjal kronis.

“Penyuluhan yang dilakukan oleh klinik ini sangat bagus, jadi pengunjung yang datang berobat ataupun mengantarkan setidaknya tahu menjaga kesehatan. Apalagi dokter sendiri yang menyampaikan penyuluhan,” gebunya.

Deka mengatakan saat penyuluhan dilakukan juga interaktif dimana pengunjung dapat bertanya apabila kurang paham dengan penjelasan yang diberikan, dan yang terpenting tim dari klinik selalu mengingatkan pentingnya kesehatan.

“Kan yang datang ke klinik ataupun puskesmas belum tentu sakit, namun bisa juga melakukan konsultasi mengenai kesehatan. Artinya peduli akan kesehatan,” ujarnya.

Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Kaltimtengseltara Ni MAS Ratna Sudewi /Foto: Ferry Cahyanti.
Lihat juga...