Hari Penglihatan Sedunia, Pelajar Dapatkan Kacamata Gratis
MATARAM – Memperingati Hari Penglihatan Sedunia, puluhan pelajar Sekolah Dasar di Kota Mataram yang menderita katarak dan pengurangan penglihatan mendapatkan kacamata kesehatan secara gratis dari Dinas Kesehatan NTB kerja sama dengan The Fred Hollows Foundation (HFH).
Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin mengatakan, masalah kesehatan dan pendidikan menjadi hal paling penting dalam proses pembangunan SDM maupun ekonomi, sehingga masalah kesehatan masyarakat harus terus ditingkatkan kualitasnya, termasuk kesehatan mata.
“Dengan angka kebutaan yang masih tinggi di NTB, program pemberian kacamata secara gratis bagi siswa disertai skrining, angka kebutaan akibat katarak, khususnya pada anak bisa ditekan,” kata Amin di Mataram, Kamis (12/10/2017).
Karena itulah keterlibatan semua pihak, mulai dari lembaga, instansi kesehatan sangat diperlukan, termasuk peran serta orang tua untuk membangun kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan mata.
Menurut Amin, dalam suatu negara atau daerah, masalah pendidikan dan kesehatan menjadi faktor paling penting dalam upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
“Mata merupakan karunia dan nikmat terbesar dalam kehidupan dengan fungsinya yang luar biasa, sehingga menjaga kesehatan mata. Terutama bagi pelajar sangat penting dengan melakukan deteksi dini dan intervensi sangat diperlukan, untuk menghindarkan anak dari ancaman kebutaan,” tegasnya,
Ana Rosida, salah satu Guru SDN 11 Kota Mataram mengaku cukup senang dengan program skrining dan pemberian kacamata gratis bagi siswa yang diluncurkan Dinkes NTB bersama HFH Australia melalui program seeing is believing, termasuk pembinaan yang akan diberikan kepada guru.
“Harapannya dengan pembinaan yang dilakukan, kita bisa membantu pemerintah menekan angka kebutaan akibat katarak dengan membangun kesadaran orang tua dan siswa,” katanya.
Ia mengaku ngeri juga saat mendengarkan angka kebutaan di NTB, terutama pada anak yang angkanya cukup tinggi. Sebab selama ini program kesehatan yang dilakukan di lingkungan sekolah bagi siswa biasanya soal menjaga kebersihan supaya bisa bebas dari DBD. Kalau masalah mata jarang, kecuali melalui mata pelajaran tertentu.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan NTB, Nurhandini Eka Dewi mengatakan, gangguan penglihatan pada anak, terutama siswa secara langsung sangat mengganggu fokus dan konsentrasi belajar anak.
“Karena itulah, semua kegiatan skrining dilakukan untuk memberikan akses bagi seluruh anak di lima kabupaten/kota itu guna mendapatkan pelayanan kesehatan mata berkualitas, sehingga dapat menunjang peoses tumbuh kembang anak dan tidak terhambat karena gangguan ksehatan mata,” pungkasnya.
Program skrining dan pemberian kacamata gratis sendiri, selain menyasar pelajar Kota Mataram, juga menyasar sejumlah kabupaten lain yang angka gangguan penglihatan mata pada anak siswa dan lansia juga tinggi.