Goreng Jariang Batokok, Menu Jengkol Khas Padang

PADANG — Jariang atau jengkol sudah banyak dikenal. Hampir di sejumlah daerah mengolah jariang dengan berbagai menu makanan sebagai lauk. Begitu pula di Provinsi Sumatera Barat. Jariang biasa dimasak dengan berbagai resep khas Minang, seperti randang jariang, kalio jariang, goreng jariang batokok dan banyak lagi. 

Berbicara masakan jariang ini, sebenarnya tidaklah terlalu rumit, baik untuk dirandang maupun untuk digoreng. Seperti yang dikatakan oleh Mela, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Kota Padang, pada intinya memasak jariang hanya perlu memperhatikan kondisi jariangnya. Karena, tidak semua jariang memiliki rasa yang lezat.

“Jariang yang dimasak itu ada dua jenis, yakni jariang yang masih muda dan jariang yang sudah tua. Kedua jenis jariang ini memiliki komposisi yang berbeda untuk dimasak,” katanya, Sabtu (7/10/2017)

Namun, yang paling banyak dimasak itu ialah jariang yang sudah tua. Ini karena jariang yang sudah tua dinilai memiliki rasa yang lebih lezat, ketimbang jariang yang masih muda. Begitu juga di Ranah Minang, kebanyakan jariang tualah yang dimasak.

Tetapi, untuk memasak jariang yang tua itu, tidak bisa langsung dimasukkan ke dalam kuali, tapi harus direbus terlebih dahulu karena jariang tua agak lebih keras. Jadi, untuk membuat tekstur jariang lembut, harus direbus hingga kulit-kulitnya terlepas dari jariangnya. Untuk membuat sambal goreng jariang batokok itu, jariang juga harus direbus, lalu ditokok menggunakan batu lado.

Mela menyebutkan, jika jariang telah direbus dan ditokok, langkah selanjutnya adalah menggoreng jariang yang telah ditokok tersebut. Untuk menggoreng jariang yang telah direbus dan ditokok ini, tidak harus memakan waktu yang lama, karena mengingat jariang itu sebelumnya telah direbus dengan kondisi yang sudah matang.

“Hal utama yang harus dilakukan ialah menggoreng jariangnya terlebih dahulu. Barulah dipersiapkan bumbu-bumbu dan cabe merahnya sebagai sambalnya. Soal bumbu dengan cabe merah itu, sama dengan membuat sambal goreng yang lainnya,” paparannya.

Selanjutnya, jika jariang telah selesai digoreng dan sambal pun telah masak dengan rasa khas pedasnya selera Minang, jariang dan sambal pun dimasukkan ke dalam kuali untuk diaduk, agar jariang yang ditokok itu merata digelemuri sambal yang telah dimasak tersebut.

Bila sambalnya sudah tersaji, maka rasa akan semakin pas jika dimakan dengan nasi putih dengan suhu panas yang sedang, dan turut disediakan segelas air hangat. Bagi Anda, yang penasaran ataupun sulit membayangkan rasa goreng jariang batokok ini, bisa datang ke Padang, yang khusus menjual masakan tradisional atau masakan rumahan.

Lihat juga...