Gedongan, Dusun Terpencil Rujukan Pemberdayaan Masyarakat

YOGYAKARTA – Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri – Suasana Dusun Gedongan, Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Bantul, Yogyakarta sepintas tak ubahnya seperti dusun lain pada umumnya. Meski begitu dusun yang berada di ujung selatan Bantul ini merupakan salah satu dusun yang memiliki prestasi, khususnya di bidang pemberdayaan masyarakat.

Terdiri dari 3 wilayah RT, Dusun Gedongan terbilang tak memiliki wilayah yang terlalu luas. Jumlah penduduknya juga hanya terdiri dari sebanyak 491 jiwa yang terbagi dalam 169 KK. Mayoritas merupakan para petani atau pun buruh tani.

Meski begitu, Dusun Gedongan memiliki berbagai kegiatan pembedayaan masyarakat yang begitu beragam di berbagai bidang. Dusun terpencil ini bahkan menjadi salah satu tujuan studi banding bagi sejumlah daerah di Indonesia, seperti Kalimantan hingga negara asal Afrika yakni Ethiopia.

Adalah Posdaya Manunggal Jaya yang menjadi kunci tumbuhnya berbagai kegiatan pembedayaan di Dusun Gedongan, Srigading, Sanden, Bantul. Didirikan sejak tahun 2009 lalu, Posdaya Manunggal Jaya telah mampu menjadi naungan atau wadah bagi seluruh kegiatan dusun untuk tumbuh dan berkembang.

Kepala Dusun Gedongan, sekaligus Ketua Posdaya Manunggal Jaya, Sumarsih, mengatakan keberadaan Posdaya di dusunnya mampu menghidupkan sekaligus menumbuhkan berbagai kegiatan di masyarakat. Pasalnya melalui forum Posdaya itulah berbagai tokoh maupun kader dusun dapat bertemu untuk saling bertukar pikiran dan memajukan dusun.

“Dulu sebelum ada Posdaya banyak kegiatan mati suri. Tapi setelah ada Posdaya, berbagai kegiatan menjadi hidup. Semua unsur komponen masyarakat dapat bersatu membahas berbagai permasalahan dan solusi yang ada,” katanya.

Sebagainana Posdaya pada umumnya, terdapat empat bidang yang menjadi fokus pemberdayaan masyarakat. Yakni bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan hingga ekonomi.

Sumarsih mengatakan, di bidang pendidikan, berbagai kegiatan dibentuk di tingkat dusun. Mulai dari penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), program Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Lansia (BKL), Bina Keluarga Remaja (BKR) hingga berbagai kegiatan keagamaan seperti TPA maupun pengajian rutin bagi masyarakat lintas usia.

Sementara itu di bidang Kesehatan, sejumlah program dijalankan. Mulai dari posyandu lansia, posyandu balita, penanggulangan penyakit demam berdarah, serta ibu dan anak meninggal saat melahirkan, pengecekan penyakit TB, kegiatan donor darah, hingga adanya institusi masyarakat pedesaan dalam mengontrol kesehatan ibu hamil di dusun.

Di bidang lingkungan ibu-ibu PKK aktif dalam berbagai kegiatan seperti pengontrol jentik nyamuk, penanaman tanaman obat keluarga. Dusun Gedongan juga menjadi dusun bebas asap rokok. Salah satu program di bidang lingkungan terbaru, yang baru saja dibentuk adalah pendirian bank sampah.

“Bank sampah merupakan program terbaru kita di bidang lingkungan. Saat ini sedang jalan. Sedangkan untuk program lainnya adalah program pembangunan MCK bergulir. Dari 36 rumah warga yang sebelumnya tidak memiliki MCK, kini tinggal 6 rumah saja,” katanya.

Di bidang ekonomi, Posdaya Manunggal Jaya melakukan pemberdayaan melalui unit kelompok yang dimiliki di antaranya keompok tani, kelompok ternak, kelompok tani wanita, hingga kelompok kegiatan dusun. Dengan sinergitas seluruh kelompok tersebut berbagai program pengentasan kemiskinan disusun. Mulai dari pelatihan dan peningkatan peranan wanita, pemberian bantuan modal usaha melalui koperasi simpan pinjam, hingga bantuan ternak bergulir.

“Sebelum ada Posdaya jumlah keluarga prasejahtera di dusun ini cukup banyak. Namun sekarang tinggal 18 keluarga saja. Terakhir bahkan menurun lagi menjadi 16 keluarga. Ini semua bisa terjadi karena adanya sinergitas semua kelompok yang ada,” ujarnya.

Salah satu hal yang mungkin menjadi kendala saat ini, dikatakan Sumarsih, hanyalah persoalan teknis seperti belum adanya koperasi berbadan hukum. Untuk mengatasi hal itu, melalui sejumlah mahasiswa yang melakukan KKN, pihaknya sudah berencana memproses hal tersebut. Sehingga diharapkan berbagai program maupun bantuan dari pihak lain termasuk pemerintah dapat dimaksimalkan dengan baik.

“Untuk kendala sepertinya tidak ada. Kader juga tidak menjadi masalah, kita memiliki banyak kader. Karena kita lakukan regenerasi sehingga banyak kader yang berusia muda,” katanya.

Aktivitas di Posdaya Manunggal Jaya. Foto: Jatmika H Kusmargana
Lihat juga...