Bisnis Bingkai Foto Bawa Berkah
LAMPUNG – Kebutuhan akan bingkai foto atau dikenal dengan pigura untuk perkantoran, sekolah hingga rumah tangga dan keperluan pribadi masih cukup diminati terutama dengan semakin mudahnya masyarakat modern untuk mengabadikan sebuah momen dalam sejarah perjalanan hidup.
Peluang tersebut masih dilirik oleh Rusli Abdul Latif (60) seiring dengan banyaknya permintaan akan pigura yang bisa dipergunakan membingkai foto dengan sistem kustomisasi atau sesuai selera konsumen laki-laki. Ia mulai mengembangkan usaha sejak tahun 2013 lalu.
Laki-laki yang menyukai hobi melukis tersebut mengaku, awalnya hanya sekedar melukis beberapa pemandangan alam, karikatur serta lukisan potret diri dengan permintaan yang cukup menjanjikan dari para pemesan. Sebagian lukisan yang dijual tersebut di antaranya langsung dibingkai sehingga terlihat lebih indah saat dipajang sebagai pemanis ruangan dalam penataan interior rumah. Sebagian diminta oleh masyarakat penyuka seni lukis. Tren anak muda yang menyukai swafoto sebagai hadiah serta kenangan kepada kawan saat sudah dicetak dan dibingkai ikut meningkatkan permintaan akan bingkai foto.

Menempati sebuah rumah sederhana terbuat dari papan yang sekaligus menjadi galeri dan bengkel pembuatan pigura foto serta lukisan tepat berada di sebelah kantor Kecamatan Penengahan, Rusli, demikian ia kerap disebut, pada malam hari memiliki pekerjaan lain sebagai pedagang kuliner nasi goreng di tepi Jalan Lintas Sumatera KM 69, memanfaatkan waktu luang sekaligus menambah penghasilan.
Awal usaha kecil yang ditekuni dengan penuh kesungguhan Rusli mengaku hanya bermodalkan gergaji khusus dengan modal beberapa puluh meter bahan pigura berbagai motif dan warna termasuk kaca bening sebagai pelindung foto serta tali dan pengait. Beberapa karya seni lukis semula dipajang di tempatnya bekerja sehingga mulai dikenal sehingga banyak warga yang melintas. Warga banyak memesan kepadanya untuk dibuatkan bingkai.
Setelah berbagai pesanan satuan hingga borongan sebagian dari para guru sekolah yang akan membingkai foto kepala daerah hingga presiden dan wakil presiden, pahlawan nasional serta piagam penghargaan, ia semakin dikenal sebagai pembuat pigura atau bingkai foto. Iklan gratis dari mulut ke mulut tentang kualitas bingkai foto dengan tingkat kerapian serta harga yang lebih murah dibandingkan di toko membuat pelanggannya bertambah.

Bermodal awal Rp1 juta untuk membeli bahan baku dan peralatan pembuatan pigura atau bingkai foto, Rusli mulai mengerjakan pesanan dalam jumlah banyak dalam sebulan. Pernah mencapai ratusan bingkai berbagai ukuran. Ia pun mulai membeli mesin pemotong (serkel) khusus pigura sehingga pekerjaan lebih mudah dan cepat dalam pembuatan pola serta berbagai ukuran pigura sesuai pesanan pelanggan.
“Keunggulan yang kerap diminati salah satunya kustomisasi atas permintaan pelanggan. Baik warna dan ukuran. Karena jika di toko terbatas dalam bentuk pigura sudah jadi sehingga tidak banyak pilihan,” beber Rusli.
Ia bahkan menyebut, membuat pigura dari ukuran terkecil 5R hingga terbesar 30R sesuai standar internasional dalam ukuran foto berdimensi panjang serta lebar dari harga Rp20.000 hingga Rp900.000 sesuai dengan kebutuhan konsumen. Harga tersebut diakuinya dipastikan lebih miring dibandingkan jika harus membeli di toko sehingga dirinya kerap menerima pesanan dari pelanggan dalam jumlah banyak terutama sekolah maupun instansi pemerintah.
Kunci sukses usaha pembuatan bingkai yang hingga kini bisa membingkai berkah ratusan ribu hingga jutaan rupiah per bulan tersebut diakuinya berkaitan dengan ketepatan waktu dan kerapian produk yang dibuatnya. Ia menyebut sebagian pelanggan memesan dalam jumlah sedikit dan saat sudah merasakan hasil yang bagus mulai memesan dalam jumlah banyak karena puas dengan hasil pekerjaan pembuatan bingkai miliknya.
Meski cukup laris diminati konsumen saat ini dirinya belum pernah menitipkan bingkai foto buatannya ke toko alat tulis kantor dan studio foto. Ia masih berniat memiliki galeri khusus yang berada di tepi Jalan Lintas Sumatera sehingga mudah dikenal pelanggan yang membutuhkan pigura foto.
Selain peran pelanggan menyebarkan hasil pigura buatannya, berkat sang anak yang ikut mempromosikan karya sang ayah melalui aplikasi WhatsApp serta jejaring sosial usaha tersebut menjadi rujukan dalam memenuhi pesanan pembuatan pigura. Beberapa keluarga baru atau remaja yang hendak memberikan kado ulang tahun sebagai bentuk kenang kenangan bahkan mulai memesan kepada Rusli.
“Kepuasan pelanggan menjadi tujuan saya karena saat ini banyak pigura plastik yang dibuat pabrik sementara buatan saya dari fiber yang dibuat secara manual dan bisa disesuaikan dengan selera konsumen,” beber Rusli.
Sunyoto dan Andi warga Desa Pasuruan merupakan salah satu konsumen yang memanfaatkan keberadaan usaha kerajinan pigura yang dibuat Rusli yang cukup unik dan bisa menyesuaikan dengan ukuran yang diminta. Beberapa kali Andi bahkan memesan pigura sebagai tempat membingkai piagam penghargaan dan foto yang bisa dipajang di ruang tamu sehingga mempermanis tampilan rumah.
“Saya sering pesan di sini karena hasilnya bagus bahkan dengan pemesanan dalam jumlah banyak harganya bisa dikorting sehingga saya ikut mempromosikan ke kawan lain yang akhirnya ikut memesan pigura,” ungkap Andi.
Sebagai sebuah usaha kecil peluang yang belum ada di wilayah tersebut belum ada pesaing. Andi juga mengaku motif dan bentuk pigura yang dibuat sangat bagus termasuk kerajinan lain di antaranya cermin kaca berbagai ukuran serta pigura lukisan dan banner. Keberadaan usaha yang ditekuni Rusli diakui Andi membuatnya bisa berhemat karena selama ini pembuatan pigura banyak terdapat di kota Bandarlampung yang jaraknya cukup jauh. Sementara kini dalam jarak dekat bisa memperoleh pigura ukuran yang diinginkan dengan harga kompetitif.
