ASESI Gelar Pameran Sekolah Sunnah 2017 di TMII

JAKARTA – ASESI (Asosiasi Sekolah Sunnah Indonesia), kembali menggelar Pameran Pendidikan Islam, Islamic Education Expo V.

Ketua Panitia, Indra Hermawan, mengatakan, pameran pendidikan yang diikuti oleh 121  sekolah Sunnah yang tersebar di Indonesia ini digelar di Anjungan Jambi, Riau dan Sumatera Selatan (Sumsel) Taman Mini Indonesia Indah (TMII) selama dua hari, mulai Sabtu (28/10/2017).

“Tujuan acara ini sebagai media untuk mempersatukan sekolah-sekolah Islam. Juga untuk silaturahmi para pemimpin sekolah Sunah, bisa sharing masalah dunia pendidikan, kelembagaan, dan sumber daya manusia (SDM),” ungkap Indra, kepada Cendana News, saat ditemui di area pameran di Anjungan Riau TMII, Jakarta, Sabtu (28/10/2017) sore.

Ketua Panitia Islamic Education Expo 2017, Indra Hermawan. iFoto: Sri Sugiarti.

Adapun tujuan lainnya adalah, kata Indra, adalah untuk pengenalan sekolah-sekolah Sunnah kepada masyarakat Jabodebak, pada khususnya, dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

“Alhamdulillah, umat Islam sekarang sudah berbondong-bondong ke pengajian dan juga ingin menyekolahkan anaknya di sekolah Islam. Mereka mencari sekolah, kami siapkan,” ujarnya.

Di ajang ini, lanjut dia, pihak sekolah dipersilahkan untuk menampilkan keunggulannya. Bahkan, penerimaan siswa baru pun bisa dilakukan di sini.

Selain Expo, juga akan digelar Seminar Parenting dari para ustadz yang concern di dunia pendidikan, di antaranya Ustad Zainal Abidin, Ustad Sufyan Baswedan, Abu Zubair Al Hawary.

Pada Minggu (29/10/2017), jelas Indra, akan ada workshop tentang teknologi informasi bertajuk ‘Peran Media Dalam Pendidikan Islam’, dengan menghadirkan pembicara Ketua Indonesian Islamic Bisnis Forum (IIBF), Heppy Trenggono. Selain itu, pembicara dari Malaysia pun akan hadir pada suguhan tema ‘Kelembagaan Islam Menuju Dunia Intenational’.

“Insya Allah, Gubernur DKI Jakarta, Pak Anies akan hadir pukul 13.00 WIB. Ajudannya tadi sudah informasikan ke saya,” ujar Indra.

Acara ini juga dimeriahkan lomba pidato tiga bahasa (Indonesia, Arab, Inggris),  mewarnai, panahan, lomba matematika dan science dan MHQ 5 se-Nusantara Tingkat SD, SMP dan SMA.

Untuk lomba MHQ ini hadiahnya umrah. Bahkan, ada undian ibadah umrah bagi pengunjung. Syaratnya cukup dengan membeli buku direktori 2017 seharga Rp20 ribu, akan mendapatkan tiket umrah yang akan diundi pada Minggu (29/10/2017) sore.

Dari pantauan Cendana News,  tidak saja sekolah Islam yang hadir di Expo tersebut, tetapi juga media Islam, buku-buku Islam, dunia usaha dan bazar busana muslim dan muslimah dan banyak lagi.

Terkait pemilihan lokasi di TMII, Indra pun punya alasan kuat. “TMII ini bingkainya Indonesia. Kami ingin menyampaikan kepada masyarakat, bahwa sekolah Islam itu nggak eksklusif, nggak kaku. Program pemerintah juga menyampaikan menjaga kebhinekaan itu di TMII. Ingin memperkenalkan rumah adat dari berbagai provinsi jadi bersatu,” tukasnya.

Disampaikan pula, bahwa sejak 2012, pihaknya sudah menggelar acara ini di TMII, tepatnya di Museum Penerangan. Pada 2013, berhenti dulu untuk penataan lebih baik. Kemudian pada 2014 kembali digelar di Museum Penerangan, pada 2015 di Pusat Studi Jepang Universitas Indonesia (PSJ UI), dan 2016 di Museum Penerangan dan Anjungan Riau TMII.

“Acara ini yang kelima, dan kembali digelar di TMII, di anjungan Riau, Sumsel, dan Jambi. Diharapkan tahun depan lebih luas ke anjungan Sumatera Barat dan lainnya,” ujarnya.

Indra pun menegaskan, bahwa acara ini selalu digelar bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda. Tujuannya, selain untuk memperkenalkan sekolah Islam juga menggelorakan semangat Sumpah Pemuda. Tema acara ini pun ‘Mewujudkan Karakter Bangsa Generasi Muda’.

Bahkan, kata dia,  juri lomba pidato dan MHQ 5 se-Nusantara menghadirkan mahasiswa dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA). “Jadi, bukan sekedar acara, tapi mendorong semangat generasi muda wujudkan karakternya,” ujarnya.

Ada pun tema tahun lalu, jelas Indra, adalah  peran lembaga pendidikan untuk generasi bangsa. Tahun ini bukan hanya lembaganya saja, tapi bagaimana menciptakan generasinya.

Apalagi, lanjut dia,  sejak awal ASESI didirikan, komitmennya adalah membuat sekolah-sekolah Islam di Indonesia maju dan bermutu. Sehingga kalau sekolah itu bermutu, maka dia akan mencetak generasi bangsa yang berkarakter. “Ini sesuai dengan program pemerintah, yaitu kurikulum 2013 berbasis karakter. Kami mendukung,” imbuhnya.

Indra berharap, tahun depan acara ini tetap bisa digelar di TMII. Karena menurutnya, TMII ini wahana edukasi dan pelestarian budaya bangsa. Maka, selain berkunjung ke pameran ini para pengunjung bisa sekalian berwisata ke anjungan-anjungan atau rekreasi di danau menikmati pemandangan, dan bahkan belajar sejarah di museum-museum.

“Acara tahun ini, kami targetkan pengunjung pameran sebanyak 30 ribu orang. Tahun sebelumnya itu di kisaran 25 ribu- 28 ribu pengunjung. Data ini otentik masih disimpan daftar hadirnya di Museum Penerangan,” kata Indra.

Maka secara otomatis, tambah dia, acara ini meningkatkan pengunjung yang datang ke TMII. Acara ini dipastikan memberikan kontribusi untuk kemajuan TMII. Namun demikian, Indra berharap, ke depan akses jalan diperlebar mengingat uraian transportasi semakin padat mengingat acara di TMII pun beragam. “Insyaallah bisa dicarikan solusi,” pungkas Humas School of Ibnun Hajar, ini.

Lihat juga...