2018, Balikpapan Dapat Alokasi 4000 Sambungan Jargas
BALIKPAPAN – Pembangunan jaringan distribusi gas bumi (jargas) rumah tangga di Kota Balikpapan terus dilakukan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM).
Tahun 2018, Kota Balikpapan mendapatkan alokasi sebesar 4000 Sambungan Rumah (SR). Dimana pada tahun sebelumnya, Balikpapan telah mendapatkan alokasi sebesar 3.849 sambungan rumah, yang kini telah teraliri gas dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Asisten II Bidang Pembangunan dan Ekonomi, Kesejahteraan Rakyat Sri Sutantinah menjelaskan, Kementerian ESDM telah menetapkan bahwa Balikpapan mendapatkan alokasi jargas sebesar 4000 sambungan tahun 2018. Penetapan itu setelah Kementerian ESDM melakukan rapat anggaran dengan DPR RI, beberapa waktu lalu.
“Setelah kementerian rapat anggaran Balikpapan dapat ditetapkan mendapatkan jatah jargasnya 4000 sambungan. Sebenarnya usulannya besar tapi karena masih banyak masyarakat yang belum teraliri listrik sehingga anggaran dialihkan ke listrik,” ungkapnya Senin, (23/10/2017).
Untuk Provinsi Kalimantan Timur menurutnya yang memperoleh alokasi jaringan gas adalah Balikpapan, Bontang dan Kabupaten Penajam Paser Utara. “Saya nggak tahu berapa yang diperoleh Kota Bontang dan PPU. Yang jelas kalau Balikpapan mendapatkan 4000 sambungan di tahun 2018,” sebutnya.
Diperolehnya alokasi pembangunan jargas 2018 tersebut Pemerintah daerah dalam hal ini pemerintah kota diminta untuk membantu proses perizinan dan memfasillitasi sosialisasi ke masyarakat terkait pembangunan jargas yang keberlanjutan ini.
“Kita diminta membantu perizinan, memfasilitasi sosialisasi. Kalau misalnya ada yang tidak siap maka diserahkan pada daerah yang siap. Kesiapannya itu bukan hanya dari masyarakat, tapi juga sumber gas. Balikpapan Insha Allah siap,” terangnya kepada media.
Perempuan yang akrab disapa Tantin mengatakan, alokasi jargas di tahun 2018 nantinya akan dibangun di kawasan yang tak jauh dari kelurahan sebelumnya yaitu akan dibangun di kelurahan Gunung Samarinda dan Damai Baru.
“Yang sebelumnya sudah terealisasi di Kelurahan Karang Rejo, Sumberjo, Karangjati. Selanjutnya secara bertahap di kelurahan tetangganya yaitu Gunung Samarinda dan Damai Baru,” ujarnya.
Ia menambahkan permintaan ataupun usulan jargas tahun 2018 ke pemerintah pusat cukup besar karena menyesuaikan dengan jumlah permintaan masyarakat yang menginginkan untuk dialiri jaringan gas.
“Memang kita mintanya banyak sekali, karena banyak yang minta sehingga kita salurkan permintaan masyarakat ke kementerian. Saat ini ketiga kelurahan yang telah dilakukan pembangunan gas sudah teraliri. Kalaupun ada yang belum teraliri itu karena warga yang bertempat tinggal tidak ada di rumah, pindah ataupun pipa buntu. Tapi itu tidak banyak, sangat sedikit sekali,” pungkasnya.