PADANG – Keberadaan 25 Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang berada di Kota Padang, Sumatera Barat, mampu menarik simpat Pemerintah Kota Padang, karena dinilai telah turut membantu pemerintah untuk mewujudkan Padang sebagai kota cerdas atau “Smart City”.
Wali Kota Padang Mahyeldi mengatakan, dengan keberadaan KIM diharapkan, dapat menjadi wahana penggerak partisipasi aktif masyarakat dalam hal penyampaian informasi dan penyalur aspirasi masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kota Padang menyampaikan apresiasi yang positif terhadap keberadaan KIM sebagai bagian mewujudkan Padang menuju Smart City,” katanya, Senin (23/10/2017).
Ia menilai, keberadaan KIM sangat penting bagi pemerintah, karena telah menjadi penyambung tangan pemerintah dalam menyosialisasikan setiap kebijakan pemerintah di tengah masyarakat.
Ungkapan dari Walikota Padang itu, mengingat, KIM yang ada di Kota Padang bergerak di berbagai bidang, seperti bidang keagamaan dengan adanya kelompok pengajian di setiap masjid/musala hingga kelurahan, kecamatan bahkan tingkat kota. Selanjutnya di bidang ekonomi seperti Kelompok Usaha Bersama (KUB), Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) dan Kelompok Sadar Wisata. Selanjutnya, di bidang sosial ada Kelompok Randai, Kelompok Tari, Pesilat, Kelompok Kepemudaan dan sebagainya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Padang, Suardi menyebutkan, pembentukan KIM mengacu dari Peraturan Menteri Kominfo No. 8 Tahun 2010 tentang pengembangan dan pemberdayaan lembaga komunikasi sosial, lembaga komunikasi perdesaan melalui keberadaan KIM.
Untuk di Kota Padang sendiri, terangnya, saat ini telah banyak terdapat kelompok informasi masyarakat, baik di bidang seni budaya, usaha ekonomi, wisata dan sebagainya. Namun kegiatan pembinaan secara terstruktur dan sistematis terhadap keberadaan KIM ini belumlah optimal.
“Saya nilai KIM ini perlu dibentuk di setiap kelurahan, karena bisa menjadi sebagai wahana informasi dan komunikasi baik antara anggota KIM dengan pemerintah atau sebaliknya,” ujarnya, pada momen pengukuhan 25 KIM, di Padang.
Ia menegaskan, Diskominfo berkomitmen terhadap peningkatan kapasitas KIM ke depan. Di samping sosialisasi, pemerintah juga akan memberikan bimbingan teknis (Bimtek) dan penguatan lainnya.