Kanal Maccini Gusung di Makassar Tidak Berfungsi Karena Sampah
MAKASSAR — Memasuki pemukiman padat penduduk di Maccini Gusung, Kecamatan Bontoala terdapat sebuah kanal besar yang membentang di kawasan ini. Kanal yang dibuat pada 1990 ini dibangun sebagai pengendali banjir pada saat musim hujan untuk Kota Makassar. Sayangnya kanal ini kehilangan fungsinya.
Ketika Cendana News mengamati Kanal Maccini Gusung ini terdapat aneka ragam sampah, mulai dari plastik dan hingga sampah dapur. Hal ini karena, sebagian masyarakat yang tinggal Macini Gusung membuang sampahnya ke kanal. Akibatnya kanal ini mengalami pendangkalan. Akibatnya ketika pada musim hujan air kanal menggenangi Jalan di kawasan Macini Gusung.
Singrawati Umar Warga Maccini Gusung sejak dari lahir membenarkan perilaku buruk warga di sana membuang sampahnya ke kanal ini.
“Ini mungkin karena tidak adanya petugas sampah yang masuk sampai ke lorong pemukiman. Selain itu warga malas membawa sampah ke tempat pembuangannya,” jelas Singara di rumahnya pada Cendana News, Rabu (13/09/2017).
Singara menyebutkan sebelumnya kanal ini kecil. Namun karena kanal tidak menampung debit air di kala hujan, maka pada 1990 kanal ini digali dan diperlebar untuk menahan debit air yang banyak di saat hujan. Sayangnya tidak berfungsi lama, karena kanal ini sering dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah.
Hanya dia mengakui dibanding dulu kanal yang masuk dalam kawasan Kecamatan Bontoala ini jauh lebih baik. Dulu sebelum diperlebar kanal di Maccini Gusung sangat dipenuhi sampah sampai menutupi permukaan kanal. Sekarang ini kanal Macicni Gusung sudah mulai diperhatikan semejak pemerintahan Wali Kota Makassar Ramdhany Pamanto.
Singra menambahkan meski kanal ini kerap dibersihkan oleh Pemko Makasssar masih tetap di saja ada sampahnya. Kesimpulannya kesadaran masyarakat masih minim.
“Beberapa bulan sekali beberapa rakit digunakan untuk mengambil sampah di kanal ini namun belum sampai seminggu kanal ini kotor lagi,” ungkapnya dengan nada miris,
Apa yang dikatakan Singra dibenarkan Syamsul Bahari camat Bontoala. Pihakny sering melakukan program bersih-bersih kanal. Setiap bulan beberapa rakit dikerahkan untuk membersihkan kanal yang ada di kawasan Bontoala. Pembersihan kali ini merupakan program rutin tiap kecamatan yang ada di Makassar.
“Program itu menemui kendala cukup berat. Apalagi pada sisi kanan dan kiri banyak penjual-jual. Mengingat kanal ini berada di daerah pasar terbesar di Makassar yaitu Pasar Terong.
Syamsul Bahri menjelaskan ketika menjalankan aktivitas bersih-bersih kanal para warga juga diminta untuk ikut turut berpartisipasi.
“Meski sudah diikut sertakan dalam program bersih-bersih kanal dan juga sering saya awasi. Kanal ini tetap susah untuk bersih sempurna. Perilaku para pedagang membuang sampah memperparah kanal,” keluh Syamsul.
