Warga Joyontakan Periksa Kesehatan Gratis di Posko TMMD
SOLO – Puluhan warga Kelurahan Joyontakan, Kecamatan Serengan, ramai-ramai mendatangi Posko Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 100 di Solo, Jawa Tengah. Mereka pun memeriksakan kesehatan secara gratis, yang diselenggarakan oleh Koramil Serengan dengan kerja sama mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta (UNS).
Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan selama sehari penuh itu meliputi tekanan darah, pemeriksaan gigi, serta kesehatan badan secara umum. Warga yang tinggal dekat dengan tanggung sungai Bengawan Solo itu banyak yang mengeluhkan rasa nyeri pada persendian.
“Kaki saya ini kalau untuk jalan atau kerja harian sering nyeri dan linu. Saya periksakan katanya memang kalau sudah umur, asam uratnya tinggi,” kata Mbah Leginem, salah satu warga Joyontakan, Jumat (29/9/2017).
Hal serupa juga dirasakan Sarwanti, warga lain yang mengaku sering capek-capek meski hanya mengerjakan pekerjaan sedikit. Selain itu, pemeriksaan gigi juga sempat dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan gigi. “Mumpung ada pemeriksaan gratis, bisa untuk berobat sekalian,” papar dia.
Mahasiswa memberikan rekomendasi untuk tidak kerja terlalu capek bagi mereka yang sudah memasuki lanjut usia. Selain itu, diminta untuk mengurangi konsumsi makanan yang dapat meningkatkan kandungan asam urat. “Ini merupakan kerja bareng dengan TNI untuk bakti sosial. Sekaligus untuk bahan para mahasiswa untuk penelitian,” tambah Danramil Serengan, Kapten Infantri Subardi.
Bakti sosial dalam rangka TMMD ke 100 ini juga menyelenggarakan penyuluhan pola hidup bersih dan sehat. Masyarakat yang tinggal di RT 1 RW 4 Joyontakan diharapkan bisa menerapkan pola hidup sehat dan bersih. “Kita juga memberikan penyuluhan tentang kesadaran berbangsa dan bernegara, kesadaran bela negara dan cinta tanah air,” imbuhnya.
Melului program TMMD Sengkuyung Desa, TNI bisa bersama-sama masyarakat meningkatkan infrastruktur serta mengembangkan wawasan kebangsaan. Selain itu, TMMD juga menjadi menjadi wujud kebersamaan TNI bersama masyarakat. “TNI bersatu dengan rakyat tidak hanya slogan, namun direalisasikan secara riil melalui gotong royong,” pungkasnya.
