Sumbar Berkomitmen jadi Daerah Swasembada Pangan

PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyatakan komitmennya sebagai daerah swasembada pangan dan menjadi penyangga utama untuk mewujudkan swasembada pangan nasional hingga mengantar Indonesia menjadi lumbung pangan.

“Target kita jelas, Sumbar jadi lumbung pangan nasional, dan Indonesia jadi lumbung pangan dunia,” tegasnya, Jumat (29/9/2017).

Menurutnya, untuk menjamin tercapainya target tersebut, Pemprov Sumbar menempuh sejumlah kebijakan guna menjaga dan meningkatkan ketersediaan pangan, antara lain, dengan menjaga produksi padi Sumbar di atas 5%, dan mencetak lebih banyak sawah.

Selanjutnya, untuk memberikan dorongan dan motivasi, Pemprov Sumbar memberikan penghargaan Adhi Karya Pangan Nusantara Tingkat Provinsi bagi Kabupaten/Kota yang berhasil mencapai target kebijakan. Penghargaan tersebut diserahkan pada penyelenggaraan HPS Tingkat Provinsi setiap tahunnya.

“Penghargaan yang diberikan itu tentunya diharapkan menjadi motivasi ke depan, supaya komitmen itu benar-benar dijalankan,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Pangan Sumbar Effendi juga mengatakan, saat ini kondisi pangan di Sumbar terbilang aman, mengingat hasil penen petani seperti padi, jagung, dan jenis pangan lainnya, cukup bagus. Untuk itu, gubernur menyatakan ada beberapa daerah yang diberi penghargaan Adhi Karya Pangan Nusantara Tingkat Provinsi.

Ia menyebutkan, daerah yang akan menerima penghargaan untuk kategori peningkatan produksi padi di atas 5 persen, yakni Kabupaten Agam, Kota Solok, Kota Padang-Panjang, Kota Payakumbuh, dan Kabupaten Solok.

Selanjutnya penghargaan juga diberikan kepada daerah kategori peningkatan produksi jagung di atas 5 persen, seperti Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kabupaten Solok.

“Jadi daerah yang mendapatkan penghargaan itu produksi pangan seperti pada dan jagung di atas 5 persen. Sementara ada beberapa daerah lainnya yang sampai saat ini masih belum bisa mencapai produksi pangan di atas 5 persen,” ungkapnya.

Untuk itu, Effendi meminta kepada kabupaten dan kota di Sumbar yang belum bisa mencapai produksi pangan di atas 5 persen agar terus berupaya melakukan binaan ataupun memberikan bantuan terhadap petani sehingga kinerja petani menjadi terbantu dan lebih dimudahkan.

Kepala Dinas Pangan Sumbar Effendi bersama Gubernur Sumbar Irwan Prayitno/Foto: M. Noli Hendra