Serangan Hama Tikus Sulit Diatasi di Sawah Sutera
PESISIR SELATAN – Para petani di Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, mengaku kewalahan dengan serangan hama tikus yang terus terjadi setiap musim tanam padi. Hamparan sawah yang diperkirakan mencapai 3.420 hektare itu, biasanya mampu mencapai di atas 500 ton gabah, kini akibat serangan hama tikus, hasil panen petani menurun hingga di bawah 500 ton gabah padi.
Salah seorang petani di Sutera, Marlis mengatakan, hama tikus yang menyerang tanaman para petani susah dibendung, meski telah dilakukan dengan cara diracun, tikus-tikus yang ada di sawah semakin menjadi-jadi memakan tanaman padi para petani.
“Sampai saat ini upaya yang dilakukan ialah memberikan racun yang diletakkan di setiap lubang tikus yang ada di pematang sawah. Racun-racun itu diletakkan setiap sore, dicampuri padi. Tapi, meski ada tikus yang mati, namun serangan hama masih saja terjadi,” katanya, Senin (4/9/2017).
Ia juga menyebutkan, cara lain yang juga pernah dilakukan ialah menggali seluruh lubang atau sarang tikus yang ada di setiap pematang sawah. Usaha yang demikian, juga tidak membuahkan hasil, serangan hama tikus masih saja menjadi ancaman keberlangsungan padi para petani.
Marlis juga mengatakan, telah melakukan musyawarah dengan para petani lainnya, untuk mencari upaya membasmi hama tikus tersebut. Namun, sepertinya musyawarah yang dilakukan itu masih buntu. Kendati demikian, satu-satunya harapan para petani ialah agar ada bantuan dari pemerintah, seperti penyuluhan untuk membasmi hama tikus tersebut.
Menyikapi harapan dari para petani itu, Koordinator Balai Penyuluh Kecamatan (BPK) Sutera, Erman mengatakan, penyuluhan untuk membasmi hama itu telah dilakukan oleh Balai Penyuluh, yakni dengan menerapkan tanaman padi jajar legowo. Akan tetapi, dari ribuan hektare sawah itu, baru 55 persen yang mengikuti tanam jejer legowo tersebut.
“Tanam padi jejer legowo itu dinilai solusi untuk mengatasi serangan hama. Karena dengan tanam jejer legowo tanaman padi akan terlihat rapi dan bersih, sehingga kecil kemungkinan adanya serangan hama tikus. Sebab, jika padi itu terlalu rapat dan apalagi ditumbuhi rumput, maka akan membuat para tikus dengan mudah merusak tanaman padi,” ungkapnya.
Ia menegaskan, ke depan BPK akan terus berupaya untuk terus mengajak para petani untuk ikut tanam padi jejer legowo tersebut. Hanya saja, tidak semua petani yang bisa mengikuti tanam padi jejer legowo itu, karena struktur tanah sawah yang tidak mengizinkan, seperti sawah rawang.
Sebelumnya, Kepala Bulog Divre Sumbar menargetkan pasokan beras 16 ribu ton untuk tahun 2017 ini. Hingga kini pasokan beras di Sumbar baru mencapai 3.500 ton atau 20 persen dari target. Ia menilai, angka tersebut sudah jauh di atas capaian tahun-tahun sebelumnya. Tahun lalu periode yang sama hanya 3.000 ton.
