Produksi Rambak Tapioka Jadi Usaha Unggulan Warga Delingan
SOLO — Usaha rambak tepung tapioka mulai digemari warga di Desa Delingan, Kecamatan/Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Dalam sepekan, usaha rumahan ini mampu menghasilkan 7 kwintal rambak siap konsumsi.
Salah satu pelaku usaha rumahan rambak tapioka, Sukadi menjelaskan, musim kemarau saat ini turut membantu dalam proses pembuatan rambak yang kerap dijadikan campuran sayur maupun cemilan tersebut. Sebab, dengan terik matahari yang maksimal, mampu mempercepat pengeringan rambak tapioka.
“Kalau musim penghujan biasanya membutuhkan waktu hingga empat hari. Itupun harus menggunakan mesin oven. Kalau musin kemarau ini cukup dua hari saja sudah kering. Sekaligus bisa lebih menghemat,” ungkap Sukadi disela aktivitasnya menjemur rambak tapioka di halaman rumahnya, Selasa (12/9/2017).
Di Desa Delingan, kata dia, saat ini sudah ada dua pengusaha rambak tapioka rumahan. Usaha yang memperkejakan kaum ibu-ibu di desa itu mulai digeluti sejak 2014 lalu. Sejak saat itu, usaha kerupuk dengan bahan baku tepung tapioka ini mulai bergeliat dan mulai mendapatkan pasaran. Bahkan, untuk saat ini, pemilik usaha tidak perlu jauh-jauh untuk memasarkan, karena sudah ada pedagang yang datang mengambil ke rumah warga.
“Harga dipasaran, rambak tepung tapioka ini Rp38 ribu per kilogram. Dalam seminggu, satu pelaku usaha rumahan bisa membuat 7 kuintal rambak matang. Pedagang biasanya langsung mengambil di rumah, baru dijual eceran di pasar,” terangnya.
Untuk membuat rambak tapioka ini menggunakan bahan baku yang mudah dijumpai. Seperti tepung tapioka dan terigu, serta ditambah bumbu. Seperti bawang putih, garam, terasi, soda kue, gendar, serta penyedap rasa. Cara membutnya juga cukup simpel, yaknu dengan membuat adonan dari bahan baku tersebut dan dilanjutkan dengan dipotong-potong.
“Setelah dioptong baru dijemur sebagai proses pengerinagan. Kalau pengeringannya sempurna, rambak jadi lebih awet,” jelas dia.
Suwarni, salah satu tenaga kerja pembuatan rambak tapioka menambahkan, jika saat ini usaha olahan cemilan tersebut tengah bagus. Sebab, selain produksi mudah, pesanan yang datang juga melimpah. Dalam sepekan, permintaan rambak tapioka ini mampu menembus 7 kwintal lebih. Untuk bisa memenuhi permintaan, banyak warga yang dikaryakan.
“Ada belasan warga yang saat ini dikerjakan untuk membantu usaha rambak tapioka rumahan ini. Ada yang di bagian membuat adonan, pengeringan serta penggorengan. Hasilnya lumayan, daripada menganggur di rumah,” kata Suwarni.