Polinema Kembangkan Teknologi Drone Lewat Kompetisi
MALANG — Meningkatkan fungsi dan kemampuan drone, yang selama ini banyak dikenal sebagai perangkat mirip pesawat tanpa awak yang digunakan untuk pengambilan gambar, D3 Teknik Telekomunikasi Politeknik Negeri Malang (Polinema) menggagas sebuah kompetisi yang melibatkan 13 perguruan tinggi.
“Pada umumnya teknologi drone sekarang ini hanya sebatas digunakan untuk kebutuhan mengambil gambar. Padahal jika mau dikembangkan lebih lanjut, teknologi drone bisa dimanfaatkan di berbagai bidang,” sebut Dosen Teknik Telekomunikasi Polinema, Ahmad Wahyu Purwandi di Malang, Jumat (29/7/2017).
Dijelaskan, pihaknya sengaja menyelenggarakan kompetisi ini karena memang teknologi sekarang sudah banyak digandruing masyarakat. Bahkan tadi dari politeknik angkatan darat juga tertarik , dimana mereka sendiri sekarang juga tengah mengembangkan teknologi tersebut.
Menurutnya, dengan semakin banyak teknologi dikuasai maka perkembangan kedepan teknologi drone akan semakin maju sehingga bisa bermanfaat bagi kepentingan nasional. Karena fungsinya sendiri sebenarnya banyak dan bisa dikembangkan di berbagai bidang.
“Kita harapkan dengan adanya lomba ini bisa semakin banyak lagi peminat dan semakin berkembang. Nanti teknologinya bisa lebih bervariasi sehingga bisa digunakan di dunia kemiliteran, perkebunan, pembuatan jalan, pertambangan dan di berbagai bidang yang lainnya,” terangnya.

Lebih lanjut Purwandi menyampaikan, setidaknya ada sekitar lima kategori yang diperlombakan yakni drone fashion, drone video shoot, drone manual manuever, drone automatic manuever dan drone race. Untuk hadiah, panitia sudah menyiapkan hadia total Rp15 juta, dimana setiap kategori diambil juara 1, 2, 3. Dan ada juga hadiah untuk juara umum berupa tropi.
“Lomba ini baru pertama kali diadakan Polinema dan dikuti 13 tim dari Universitas Gajah Mada, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Negeri Malang, Universitas Brawijaya dan Polinema,” ungkapnya.
“Kemudian besok Politeknik Angkatan Darat juga akan berpatisipasi untuk melakukan demo roket,” tandasnya.
Purwandi menyampaikan, sementara ini penyelenggara kompetisi drone masih dari program studi, tapi harapan ke depan apabila acara ini berhasil, penyelenggaraan bisa diadakan oleh institusi Polinema.
“Kami berharap ke depannya bisa bekerjasama dengan berbagai pihak untuk meniliti dan mengembangkan teknologi drone,” pungkasnya.