PKH Berdampak Meningkatnya Partisipasi Layanan Kesehatan

JAKARTA – Program Keluarga Harapan (PKH) berdampak positif terhadap angka partisipasi sekolah dan meningkatnya akses ibu hamil maupun anak balita ke layanan kesehatan.

“Dampak positif PKH mempengaruhi peningkatan konsumsi rumah tangga, akses layanan kesehatan dan partisipasi sekolah,” kata Dirjen Jaminan dan Perlindungan Sosial, Harry Hikmat, saat dihubungi dari Jakarta, Minggu (24/9/2017).

Menurutnya, hal ini berdasarkan evaluasi Bank Dunia, Bappenas dan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan serta Puslitbang Kementerian Sosial tahun 2015-2016.

Dia menjelaskan, dalam laporan tiga tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan tema ‘Pemerataan Ekonomi Yang Berkelanjutan’ tentang pelaksanaan jaminan sosial, konsumsi rumah tangga perkapita meningkat sekitar di atas 10 persen. Serta kenaikan belanja pangan untuk protein sebesar 6,8 persen.

Pada tingkat partisipasi sekolah, meningkatnya akses Sekolah Dasar sebesar 49,2 persen, SMP sebesar 49,9 persen dan SMA sebesar 30,9 persen. Selain itu terdapat kenaikan persentase anak yang melanjutkan ke pendidikan menengah sebesar 8,8 persen.

Serta berdampak pada penurunan jumlah pekerja anak. Berdasarkan Lakin Kemensos 2016 ada peningkatan partisipasi sekolah setelah menerima PKH dibandingkan sebelum menerima PKH sebesar 46,33 persen.

Pada akses layanan kesehatan, meningkatnya akses ibu hamil dalam pemeriksaan kehamilan di fasilitas kesehatan sebesar 45 persen dan meningkatnya akses anak balita untuk pemeriksaan kesehatan sebesar 47 persen.

Dibandingkan sebelum mendapat PKH, terdapat peningkatan kelahiran di fasilitas kesehatan sebanyak 4,30 persen, peningkatan kelahiran dibantu tenaga medis sebanyak 6,10 persen dan peningkatan imunisasi komplit sebanyak 4,50 persen. PKH juga mendukung penurunan angka stunting (anak kerdil) sebanyak 2,7 persen. (Ant)

Lihat juga...