Segarnya Udara di Pantai Batu Balak Kapasan

LAMPUNG — Akhir pekan menjadi saat istimewa untuk menikmati keindahan pantai, apalagi di musim kemarau saat kondisi cuaca panas, sehingga kesegaran udara pantai begitu terasa. Salah satu pantai dengan udara segar ada di Desa Batu Balak, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, yakni Pantai Batu Balak Kapasan.

Saiful Hidayat, ketua RT V Desa Batu Balak. [Foto: Henk Widi]
Pantai tersebut merupakan salah satu objek wisata bahari yang cukup dikenal, karena memiliki batu batu besar berjajar di tepi pantai sebagai penghalang alami wilayah daerah tersebut.

Saiful Hidayat, ketua RT V Desa Batu Balak, menyebut keberadaan pantai yang memiliki batu batu besar dalam bahasa Lampung disebut batu balak (balak: besar), sudah ada sejak ratusan tahun silam, dan menyimpan sejarah ledakan Gunung Krakatau pada 1883. Batu-batuan yang sebagian menjadi bukti ledakan Gunung Krakatau tersebut bahkan masih tersusun rapi saling menumpuk di tepian pantai tersebut, sehingga menjadi ciri khas pantai batu balak kapasan.

“Penamaan batu balak tersebut memang sudah lama sejak bertahun-tahun silam, karena ada jajaran batu-batu besar yang tersusun rapi, salah satunya berbentuk unik, karena menyerupai binatang yang dikenal dengan kodok,” ungkap Saiful Hidayat, saat ditemui Cendana News, Minggu (24/9/2017).

Batu berbentuk kodok atau dalam bahasa Lampung dikenal dengan nama kemecak atau kodok tersebut, merupakan batuan alam yang berada di tepi pantai. Namun, akibat gerusan ombak membuat salah satu batunya berbentuk kodok. Batu kodok terletak di ujung sebelah Timur berbatasan dengan pantai Kahay yang sudah di pagar dan dijadikan sebuah kawasan wisata buatan.

Pantai batu balak, kata Saiful, merupakan salah satu pantai di pesisir yang mudah diakses karena berada di dekat jalan lingkar pesisir (coastal road) dengan jarak tempuh sekitar 45 menit dari Pelabuhan Bakauheni dengan kondisi jalan yang sudah cukup mulus.

Akses masuk dari jalan lintas pesisir bahkan cukup mudah hanya berjarak sekitar 20 meter dengan menggunakan jalan rabat beton yang cukup mulus memudahkan kendaraan roda dua dan roda empat.

“Keberadaan batu-batu besar sebagai pemandangan yang istimewa dengan pepohonan waru dan ketapang sekaligus menjadi peneduh alami bagi wisatawan yang berkunjung”, beber Saiful.

Anggota komunitas motor mengunjungi Pantai Batu Balak kapasan dan sejumlah pantai di pesisir Lamsel. [Foto: Henk Widi]
Selayaknya pantai-pantai di pesisir Rajabasa yang dikelola masyarakat, di antaranya para pemuda anggota karang taruna serta warga sekitar, Saiful menyebut pengelolaan pantai dilakukan mulai dari keamanan saat kendaraan parkir, kebersihan termasuk penyediaan gubuk-gubuk tempat untuk beristirahat.

Tarif masuk ke area wisata batu balak, kata Saiful, terbilang cukup murah. Bahkan, tak dipatok umumnya untuk kendaraan dengan sukarela memberikan kepada pengelola sebesar Rp5 ribu dan kendaraan roda empat sebesar Rp10 ribu. Terkadang pengunjung digratiskan terutama saat hari biasa.

Destinasi wisata yang ramai khususnya saat hari libur panjang dan hari-hari besar keagamaan, pengunjung bisa membludak hingga ratusan orang dan sebagian masyarakat memanfaatkannya untuk berjualan makanan tradisional berupa pecel serta minuman es kelapa muda.

Rudi, salah satu siswa sekolah dasar di dekat tempat wisata Pantai Batu Balak yang memanfaatkan waktu liburnya bersama kawan-kawan untuk bermain di tepi pantai, mengaku senang bermain di tepi pantai, karena sejuk dan nyaman. “Terkadang sembari mencari kerang dan ikan, sementara pada hari-hari libur panjang ikut menjaga parkir,”ungkapnya.

Selain kerap digunakan sebagai lokasi bersantai dengan fasilitas gubuk-gubuk terbuat dari kayu dan bambu, Pantai Batu Balak menjadi lokasi untuk objek fotografi dengan keberadaan batu-batu besar. Selain itu, oleh sebagian komunitas motor digunakan untuk berkumpul bersama dan melakukan aktivitas berkumpul bersama.

“Kami dari komunitas motor memanfaatkan berkumpul di tepi pantai sekaligus mempererat kebersamaan, salah satunya di Pantai Batu Balak dari sekian pantai yang kami kunjungi,” beber Soni, salah satu anggota komunitas motor asal Jawa Tengah.

Selain beberapa komunitas motor, lokasi yang nyaman sekaligus memberikan tempat favorit bagi masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga, makan bersama atau bancakan dengan cara bakar ikan bersama di tepi pantai. Kesejukan pantai menghadap ke Selat Sunda yang dengan keteduhan pepohonan pandan laut, waru dan ketapang, termasuk batu-batu besar dan batu kodok menarik wisatawan untuk berkunjung ke pantai Batu Balak kapasan.

Lihat juga...