Peternak: Sapi Perah Masih Menguntungkan

PONOROGO – Usaha peternakan sapi perah sudah dilakoni Suyatno (40) selama tujuh tahun. Warga Desa Krisik, Kecamatan Pudak, ini mengatakan, satu sapi perah rata-rata bisa menghasilkan 15 liter susu per satu hari dan satu liternya dijual seharga Rp5.500.

Suyatno, pemilik peternakan susu sapi perah. -Foto: Charolin Pebrianti

“Sapi bisa mulai bisa diperah usia dua tahun sampai tidak bisa produksi susu lagi,” jelasnya, saat ditemui Cendana News, Senin (25/9/2017).

Setiap hari, Suyatno mengaku harus mencari rumput untuk pakan enam sapi perahnya. Berangkat pukul 09.00-10.00 WIB, ia sudah mendapatkan cukup pakan. Pasalnya, Suyatno juga menanam rumput gajah di lahannya sendiri. “Jadi, tidak bingung cari pakan,” cakapnya.

Meski sudah diberi pakan rumput gajah, sapi milik Suyatno juga diberi konsentrat untuk menambah produksi susu. Satu sapi biasanya menghabiskan 30 kg rumput gajah. “Sapi yang sudah tidak produktif, dijual dagingnya,” tukasnya.

Menurutnya, peternakan susu sapi perah ini cukup menjanjikan. “Susu yang sudah diperah langsung saya kirim ke pengepul, nanti langsung dikirim ke perusahaan susu, jadi pasti laku dan habis,” tandasnya.

Suyatno menambahkan, perawatan sapi perah termasuk susah-susah gampang. Mulai dari pengecekan kebersihan kandang, kesehatan sapi, kebersihan susu dan pakan yang segar. “Kalau pakannya tidak segar, berpengaruh juga sama hasil susu,” pungkasnya.

Lihat juga...