Pencok, Makanan Tradisional Berbahan Nasi Khas Lombok

LOMBOK – Salah satu makanan tradisional, khas suku Sasak Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang belum banyak diketahui wisatawan adalah ‘pencok’, yakni makanan tradisional berbahan adonan nasi putih yang diolah secara tradisional.

Pencok termasuk masakan tradisional yang banyak  disukai masyarakat sebagai makanan camilan maupun dijadikan sebagai menu sarapan, mengingat bahan pembuatannya murni dari adonan nasi yang telah ditanak dan diolah sedemikian rupa.

Pencok oleh sebagian masyarakat juga banyak disajikan dan dijual di setiap warung makan pinggiran jalan maupun dijual secara keliling dari rumah warga satu ke rumah lain. Sajian pencok sendiri juga hampir mirip dengan sate, dipotong kecil dan ditusuk menggunakan tusukan kecil dari bambu.

Satu tusuk pencok berisi lima potong dijual seharga Rp.500, lengkap dengan bumbunya. Sajian dan bahan- bahan pembuatan bumbu pencok juga hampir sama dengan bumbu sate Bulayak maupun sate Rembiga, sebagai kuliner yang banyak disukai wisatawan.

“Pencok enak sekali dijadikan sebagai camilan sambil duduk santai atau cocok juga sebagai menu sarapan atau makan, karena dibuat dari nasi yang bisa mengenyangkan”, kata Susan, pekerja wiraswasta di Mataram, sambil menikmati sajian pencok yang dipesan di warung Bu Imah di Kota Mataram, Sabtu (30/9/2017).

Ia mengaku biasa memesan pencok untuk sarapan atau dijadikan camilan bersama teman kerja di kantor, lengkap dengan bumbunya. Setiap kali membawa pencok ke kantornya, Susan mengaku biasa memesan tiga sampai empat bungkus, mengingat banyaknya teman yang juga menyukai pencok sebagai makanan camilan. “Lumayan, selain harga murah, pencok juga cukup mengenyangkan”, katanya.

Imah, penjual pencok asal Dasan Agung, Kota Mataram, mengatakan, pencok selayaknya ketupat banyak disukai masyarakat, mulai dari kalangan masyarakat biasa hingga kalangan pejabat pemerintahan.

Tidak heran berapapun banyaknya pencok yang dibawa tetap laris dibeli, selain memang karena harga murah dan bisa mengenyangkan. “Pencok paling banyak dibeli saat pagi hari sebagai menu sarapan, meski begitu banyak juga yang membeli di siang hari sebagai camilan”, katanya.

Cara membuat pencok cukup mudah. Beras terlebih dahulu dimasak hingga matang dengan takaran air yang cukup, setelah itu nasi yang telah matang kemudian dituangkan ke dalam baskom atau ember karet kecil. Masukkan bumbu soda supaya bisa kenyal, aduk rata kemudian ditumbuk pakai kayu berat sepanjang satu meter, tumbuk hingga sepuluh sampai lima belas menit hingga nasi benar-benar lebur dan kenyal dan siap dihidangkan menjadi pencok.

Sedangkan bahan pembuatan bumbu pencok antara lain, bawang merah enam siung, bawang putih empat siung, cabai rawit merah 15 biji, merica sangrai, garam dan penyedap rasa.

Haluskan bumbu, ambil setengahnya dan campurkan dengan pencok yang telah ditusuk kecil, aduk. Tumis sisa bumbu halus dengan 3 sendok makan minyak goreng panas sampai tercium harum, masukkan santan, kacang tanah, lalu aduk merata. Masak sampai mendidih dan kental. Pencok dengan bumbunya pun siap disajikan.

Susan menikmati masakan pencok di salah satu warung di Kota Mataram. -Foto: Turmuzi

Lihat juga...