Pasokan Minim, Aktivitas di PPI Ketapang, Sepi
LAMPUNG – Aktivitas jual beli ikan di Pusat Pendaratan Ikan (PPI) Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, sejak satu pekan terakhir terlihat sepi. Rusmini, salah satu pedagang ikan di PPI Ketapang, mengatakan, pengaruh angin barat berdampak pada nelayan enggan melaut.

“Sejak sepekan terakhir, hanya beberapa perahu nelayan yang mendarat dan membongkar hasil tangkapan ikan, sehingga mempengaruhi stok ikan yang biasa kami jual. Bahkan sebagian konsumen tidak memiliki pilihan banyak jenis ikan”, ungkap Rusmini, Senin (25/9/2017).
Turunnya produksi ikan hasil tangkapan nelayan tersebut diakui Rusmini berimbas harga ikan di pasaran melonjak berkisar Rp3 ribu hingga Rp5 ribu per kilogram, terutama ikan jenis tongkol, ikan kakap, ikan sembilang dan ikan kacangan.
Ikan kacangan yang biasa dijual sekitar Rp18 ribu, naik menjadi Rp20 ribu per kilogram, termasuk ikan jenis sembilang yang semula Rp15 ribu per kilogram menjadi Rp18 ribu.
Hal serupa dialami oleh Tono, pedagang ikan keliling yang menjual ikan jenis jolot, ikan sebelah ikan totot dengan harga semula Rp10 ribu kini menjadi Rp15 ribu akibat kurangnya pasokan ikan dari nelayan. Selain dirinya puluhan pedagang ikan lain juga mulai menaikkan harga ikan laut akibat berkurangnya pasokan.
“Saya harus mencari ke sejumlah nelayan yang minggir ke pantai, karena di pusat pendaratan ikan ketapang tidak ada stok ikan dan jika ada harganya sudah naik”, beber Tono.

Pasokan ikan yang berkurang membuat dirinya terpaksa ngerewes atau mendatangi sejumlah nelayan yang baru mendarat. Saat ini, rata-rata nelayan hanya mendapat tangkapan ikan sebanyak 50 kilogram dan dibagi-bagi kepada sejumlah pedagang ikan dan pembuat ikan asap jenis sembilang.