PARMUSI: Tap MPRS Tegas Menentang Kegiatan Atheisme dan Komunisme

JAKARTA — Ketua Umum Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI) Usama Hisyam mengatakan, kalau masih banyak orang yang ribut menolak nonton bareng (nonbar) film Penghianatan Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia atau G30S PKI, itu terlalu lebay sehingga jadi kegaduhan nasional di media sosial (medsos).

“Karena TAP MPRS No.25 tahun 1966 tegas menentang seluruh kegiatan apapun yang berkaitan dengan atheisme dan komunisme, serta melarang adanya praktek komunisme Indonesia,” ungkap Usama kepada Cendana News saat ditemui usai menutup Milad ke 18 PARMUSI dan Silatnas di Aula Masjid At Tin TMII, Jakarta, Kamis (28/9/2017).

Dirinya menilai wajar saja kalau Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengintruksikan nonbar film tersebut kepada prajuritnya. Karena prajurit TNI itu generasi muda semua. Jadi, menurutnya, hal yang wajar tidak perlu diperdebatkan dan dipermasalahkan.

“Panglima TNI itu sudah on the track ya. Kalau tidak, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melarang. Presiden sampai hari ini tidak ada komentar tidak ada larangan. Kenapa harus dipersoalkan?,” ujar Usama.

Usama mempertanyakan, apa yang dikhawatirkan dengan nobar film G30 S PKI itu. Kalau memang masih ada penolakan kontennya, ajukan saja ke pengadilan untuk diproses bahwa ada bagian naskah yang tidak benar agar diluruskan. Jadi menurutnya, tidak perlu diributkan lagi soal nobar film tersebut.

Namun demikian, kata Usama, PARMUSI mendukung film Pengkhiatanan G30S PKI ini diputar kembali. Bahkan dirinya sudah mengimbau agar seluruh kader PARMUSI nonbar film tersebut.

“Apa sih yang dikhawatirkan dengan nonbar film G30S PKI? PARMUSI mendukung nonbar film itu, dan kader-kader sudah pada nonbar, tidak ada masalah karena ini faktor sejarah,” tukas Usama.

Lihat juga...