Liburan Sambil Berburu Sate Ikan Tanjung Lombok Utara

LOMBOK — Liburan dan makanan merupakan dua hal yang tak terpisahkan bagi wisatawan saat mengunjungi sebuah objek wisata.

Di Pulau Lombok misalkan, wisatawan selain datang menikmati keindahan pemandangan alam pantai dan pegunungan, sudah pasti mencari makanan atau kuliner khas masyarakat suku Sasak, Lombok.

Termasuk ketika melakukan liburan ke tiga Gili, Gili Terawangan, Gili Meno dan Gili Air Lombok Utara, wisatawan yang baru datang maupun pulang dari liburan, sepanjang jalan, bisa menikmati keindahan pemandangan dan ratusan monyet yang asik bermain di sepanjang jalan di kawasan hutan Pusuk Lestari, menunggu uluran tangan dermawan wisatawan melemparkan makanan.

Juga bisa menikmati sajian kuliner khas masyarakat Lombok Utara, yaitu sate ikan Tanjung yang terkenal akan kelezatannya yang banyak bisa ditemukan dijual di sepanjang jalanan Lombok Utara, khususnya Desa Tanjung.

Sate Tanjung sendiri merupakan sate berbahan ikan pilihan yaitu ikan cakalang, ikan Paso maupun ikan kerapu yang masih segar, dengan taburan bumbu yang diracik secara alami dari bahan rempah-rempah pilihan khas Lombok Utara.

Sehingga memang berbicara soal rasa, sate ikan Tanjung dari bahan hingga rasa, jelas berbeda dengan sate sajian sate lain di Lombok.

“Sate Tanjung sangat berbeda sekali dengan dengan sate bulayak dan sate rembige, terutama untuk bumbunya, kalau baru pertamakali mencicipi terasa asing di lidah saat dikunyah, terasa sekali bau maupun rasa rempah-rempah yang dijadikan bumbunya,” kata Ferial Ayu Warga Asal Pulau Sumbawa NTB kepada Cendana News, Sabtu (2/9/2017).

Selai rasa pedas berbalut gurih, pada daging sate Tanjung yang telah dibakar juga sangat terasa, dimana daging ikan yang dikunyah juga begitu halus dengan bumbu yang sangat meresap, enak dan gurih

Seperti sate bulayak maupun sate rembiga, Sate Tanjung juga bisa disantap sekedar sebagai camilan maupun sebagai lauk makan dicampur nasi putih

Misnah, penjual sate ikan Tanjung Lombok Utara mengatakan, untuk pembuatan sate ikan Tanjung, memerlukan beberapa tahap. Pertama, bahan baku ikan dipisahkan antara daging ikan dengan tulangnya. Dipotong-potong menjadi kecil-kecil.

Selanjutnya daging ikan direndam pada bumbu. Paling tidak butuh semalam agar bumbu meresap pada daging ikan. Adapun bumbu yang digunakan yakni campuran cabe besar, cabe rawit, bawang putih, jahe, lengkuas, kunyit, kemiri, dan merica yang digiling terlebih dulu.

“Daging yang telah direndam kemudian diaduk bersama santan kental dan bumbu sampai berbentuk sebuah adonan mirip tepung. Adonan ini lalu ditusukkan melilit pada lidi bambu. Setelah itu, sate dilumuri dengan bumbu rendamannya untuk memantapkan rasa dan aroma,”sebutnya.

Terakhir, sate ikan dibakar di atas “prapen” (tempat memanggang sate terbuat dari tanah liat), di mana saat proses pembakaran, aroma sate ikan menyebar bersama asap arang batok kelapa yang mengepul ketika dikipas dengan alat terbuat dari anyaman bambu. Biasanya, pedagang membakar sate setengah matang dulu. Ketika ada pembeli yang memesannya, sate itu akan dibakar lagi biar tetap hangat.

Lihat juga...