BEIRUT – Sebuah sepeda motor meledak di kota Qamishli, Suriah. Ledakan tersebut menewaskan seorang anak-anak dan melukai enam orang lain.
Kota Qamishli daerah yang sebagian besar berada di bawah kendali pasukan Kurdi. Ledakan bom kebanyakan diakui oleh IS. Beberapa kali ledaan terjadi di Qamishli dan Hasaka, yang keduanya berada di bawah kendali pasukan Kurdi.
Sejumlah serangan bom yang diakui IS, dilancarkan dengan menyasar kendaraan pasukan keamanan Kurdi, namun mereka tidak secara terbuka mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.
Pasukan Kurdi, Asayish, dalam pernyataan menuduh kelompok paramiliter pemerintah Suriah melakukan serangan tersebut. Petempur YPG Kurdi dengan dukungan AS mengusir IS dari sisa kubu mereka di Suriah timur, termasuk bekas ibu kota mereka di Suriah, Raqqa.
Sementra itu beberapa kelompok pemberontak melancarkan serangan besar terhadap daerah pemerintah di Suriah barat laut. Serangan di utara kota Hama itu dilancarkan pemberontak dan menandai serangan terbesar di daerah tersebut sejak Maret, menggarisbawahi kerumitan usaha diplomatik pimpinan Rusia dalam menjaga gencatan senjata di Suriah barat.
Beberapa kelompok ikut dalam serangan terencana itu terhadap sejumlah desa, yang dikuasai pemerintah, kata Pengamat, termasuk Tahrir al-Sham, kelompok pemberontak sebelumnya dikenal dengan nama Front Nusra.
“Pesawat tempur melakukan serangan udara di daerah tersebut dan bentrokan sengit terjadi. Gerilyawan melancarkan serangan bom berat terhadap kedudukan pemerintah,” kata juru bicara Pengamat Hak Asasi Suriah. pada Selasa (19/9/2017).
Pemberontak yang ikut serta dalam penyerangan tersebut meliputi kelompok Partai IslamTurkistan dan kelompok yang bertempur di bawah bendera Tentara Pembebasan Suriah, kata Pengamat. Pemberontak menguasai daerah pemerintah yang berjarak beberapa kilometer dari kota Hama pada awal tahun ini, sebelum akhirnya tentara Suriah dan sekutunya berhasil merebut kembali wilayah tersebut pada April.
Daerah Hama utara berdekatan dengan provinsi Idlib yang dikuasai pemberontak, sebagian besar dikuasai oleh Nusra. Gencatan senjata di Suriah barat telah membantu tentara Suriah dan militer sekutunya memperoleh kemajuan dalam melawan kelompok IS di wilayah timur, di mana pasukan pemerintah tengah berperang dengan kelompok tersebut di Deir al-Zor.
Pada pekan lalu, Rusia, Iran dan Turki dalam perundingan di Kazakhstan sepakat menempatkan pemantau di sisi “daerah penurunan ketegangan” di wilayah Idlib. Front Nusra mengecam perundingan gencatan senjata tersebut dan bersumpah terus melakukan pemberontakan. (Ant)