TENGGARONG — Kabupaten Kutai Kartanegara, Tenggarong, Provinsi Kalimantan Timur, memiliki sejumlah destinasi wisata yang dapat dikunjungi wisatawan nusantara dan mancanegara. Salah satunya, Jembatan Repo-repo.

Jembatan Repo-repo adalah salah satu destinasi wisata Kabupaten Kutai Kartanegara. Jembatan tersebut adalah jembatan khusus pejalan kaki yang membentang di atas Sungai Mahakam dan menghubungkan daratan kota Tenggarong dengan Pulau Kumala, Provinsi Kalimantan Timur. Di jembatan ini, orang boleh memasang repo-repo atau gembok yang bertuliskan nama di pagar jembatan.
Untuk melewati jembatan repo-repo yang terletak di jalan K.H Ahmad Muksin, Timbau, Tenggarong, ini, pengunjung hanya dikenakan tarif masuk Rp7.000 untuk dewasa dan Rp5.000 khusus anak-anak. Karena dengan melewati jembatan repo-repo, maka pengunjung juga bisa masuk ke Pulau Kumala salah satu destinasi andalan Tenggarong.
Di jembatan ini, pengunjung bisa langsung melihat pemandangan daratan Tenggarong dari atas sungai dan sungai Mahakam yang terbentang. Hal itu menjadi daya tarik jembatan yang diresmikan pada 22 Maret 2016, oleh Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari. Jembatan yang memiliki panjang 230 meter dan lebar 3,5 meter ini langsung ngetop dan menjadi tempat strategis anak-anak muda untuk mangkal.
Menurut salah seorang penerima tamu Pulau Kumala, Edmund, untuk melintasi jembatan repo-repo tentu langsung ke Pulau Kumala, karena melalui jembatan ini pengunjung bisa menikmati keindahan jembatan dan Pulau Kumala. Adapun pengunjung datang dari berbagai daerah, dari Kaltim sendiri dan daerah lain, bahkan hingga mancanegara.
“Kalau weekend pengunjung yang datang bisa mencapai lebih dari tiga ribu, sementara libur panjang pada perayaan hari besar bisa mencapai 13-an ribu pengunjung. Seperti libur lebaran 2017, satu hari bisa mencapai lebih dari 13 ribu pengunjung,” katanya.
Terpisah, salah seorang pengunjung, Rahmad, mengatakan pertama kali datang ke Tenggarong ingin melihat destinasi yang ada di Pulau Kumala dan ternyata ada jembatan repo-repo yang bisa dilalui.
“Dari jembatan repo-repo saya bisa potret dari kejauhan sambil merasakan di atas Sungai Mahakam. Di jembatan ini kita bisa lihat dari kejauhan aktivitas daratan Tenggarong, karena hobi potret sebagai koleksi probadi,” ucapnya, Minggu (17/9/2017).
Ia menambahkan, melalui jembatan ini juga beristirahat sejenak meski tidak harus duduk sembari menikmati angin di sore hari dan melihat keindahan alam.