Empat Ton Sampah Hanyut Setiap Hari di Muara Sungai Padang

PADANG — Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat, mulai menemukan cara untuk mengantisipasi tumpukan sampah masyarakat yang dibawa arus sungai hingga ke setiap muara yang ada di Kota Padang.

Wali Kota Padang Mahyeldi mengatakan untuk meminimalisir sampah yang menumpuk di muara sungai, masing-masing sungai di kecamatan yang ada aliran sungainya diminta untuk membuat batas dengan membentangkan jaring.

“Jadi dengan adanya jaring itu sampah-sampah yang hanyut akan tersangkut di jaring. Nah, dengan demikian saya bisa tahu, kawasan mana yang masyarakatnya masih membuang sampah ke sungi,” ucapnya, Rabu (20/9/2017).

Menurutnya dengan adanya jaring pembatas untuk masing-masing kecamatan, pihak kecamatan dan kelurahan dapat mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah di sungai. Sebab tidak hanya menyebabkan pencemaran lingkungan, tapi juga membuat keindahan pantai menjadi terganggu

“Sampah-sampah yang dibuang masyarakat itu menumpuknya di muara, dan bahkan sampai menyebar ke pantai. Kondisi itu sangat mengganggu pemandangan dan kebersihan Pantai Padang,” ucapnya.

Hal yang demikian ditegaskan Mahyeldi, karena pihaknya berkeinginan kawasan pantai di Padang  yang banyak dikunjungi wisatawan tetap bersih tanpa ada lagi sampah yang menumpuk di muara sungai yang langsung mengarah ke sepanjang pesisir pantai di Kota Padang.

Ia menyebutkan sampai saat ini Muaro Lasak dan Batang Arau yang menjadi muara sungai di Padang. Sampah yang bertebaran di pantai saja, mencapai sekitar tiga ton setiap hari. Jumlah itu diketahui dari hasil yang dikumpulkan oleh petugas Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang.

“Saat ini di Batang Arau telah ditempatkan 4 orang  dari kalangan masyarakat sekitar yang bertugas untuk mempersihkan sampah di sekitar Jembatan Siti Nurbaya dan di Batang Harau. Buktinya, hampir setiap harinya, petugas mengutip sampah dengan jumlah yang cukup banyak,” ujarnya.

Untuk itu, camat dan lurah diharapkan agar mengingatkan warganya dan meminta supaya jangan membuang sampah ke sungai, mengingat bak sampah telah diletakkan disetiap kelurahan. Ia berharap, dengan cara yang demikian, dapat mengurangi sampah  yang masuk ke sungai.

Mahyeldi, mengakui dengan capaian piala Adipura yang diperoleh pada tahun 2017, maka Pemerintah Kota Padang berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang bersih yang bersih tidak hanya di level kota, namun juga di tingkat kecamatan dengan gerakan kecamatan bersih.

Sementara itu, salah satu camat yang daerahnya memiliki aliran sungan, yakni Camat Pauh Yefri mengungkapkan, gerakan kecamatan bersih yang dilakukan pencanangannya di Kecamatan Pauh dapat meningkatkan semangat masyarakat untuk hidup bersih dengan menjaga kebersihan lingkungan.

Sehubungan dengan pemasangan jaring untuk membatas antara sungai yang berada di kecamatan, Yefri menyatakan, mulai hari ini akan menyampaikan terkait keinginan Wali Kota Padang untuk membuat jaring disetiap perbatasan sungai.

“Kami di Kecamatan Pauh tentu tidak ingin dianggap sebagai daerah pengirim sampah, karena berada di hulu sungai. Untuk itu, saya sepakat terkait keinginan wali kota untuk memasang jaring tersebut,” katanya.

Menurutnya, dampak akibat membuang sampah ke sungak bukan hanya telah mencemari lingkungan, akan tapi bisa berdampak kepada kesehatan. Pada kesempatan itu, Yefri mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah.

Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah saat meninjau kegiatan gotong royong pada saat peluncuran gerakan kecamatan bersih (Gerkasih) di Kecamatan Pauh yang turut didampingi oleh Camat Pauh Yefri berserta tokoh masyarakat Limau Manih/Foto: M. Noli Hendra.
Lihat juga...