Dua Siswi SMPK Frater Maumere Wakili NTT di FLS2N Tingkat Nasional

MAUMERE – Dua siswi SMPK Frater Maumere yakni Grace Emanuella Sare de Rio dan Beatrix Shelri Antonia telah meraih juara pertama lomba cipta dan baca puisi serta lomba menyanyi lagu wajib nasional serta lagu pilihan tingkat lokal sehingga berhak mewakili Provinsi NTT dalam Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat nasional.

Kepada Cendana News Kamis (14/9/2017) Rudolfus Pakhalis Dhika, orang tua Grace Emanuella Sare de Rio menjelaskan, putrinya memang sejak kecil selalu membaca buku-buku puisi miliknya sehingga sangat menyukai puisi dan terbiasa menulis puisi.

Dolfus sapaannya, senang putrinya bisa meraih prestasi tingkat provinsi sehingga bisa mewakili Provinsi NTT untuk berlomba di tingkat nasional di Surabaya tanggal 24 sampai 2 Oktober 2017 nanti.

“Sebagai orang tua tentu saya bangga melihat anak saya bisa meraih hasil memuaskan dengan menjuarai lomba baca puisi tingkat provinsi. Ini sebuah prestasi yang juga diraih berkat bimbingan yang diberikan pihak sekolah,” ungkapnya.

Grace dan Beatrix juga mengaku bangga atas keberhasilan meraih juara dalam ajang festival seni antarpelajar setingkat SMP ini, baik tingkat Kabupaten Sikka hingga tingkat Provinsi NTT.

“Saya menulis puisi dengan judul Negeriku Telah Rapuh. Saya tidak sangka bisa jadi juara satu sehingga saya terus berlatih agar bisa meraih prestasi maksimal di level nasional nanti,” ungkap Grace.

Sementara Beatrix mengaku meraih juara lomba menyanyi dengan membawakan lagu wajib Indonesia Jaya dan lagu pilihan Bunga Nukak dan Sabda Alam. Dirinya pun terus berlatih agar bisa meraih juara di level nasional.

Baik Grace maupun Sherly saat ini sedang giat-giatnya berlatih untuk iven berikutnya di Surabaya. Grace memilih untuk memperbanyak referensi buku puisi dan mendengarkan bagaimana cara membaca puisi dari penyair besar semacam WS Rendra.

“Saya berjuang untuk memberikan penghayatan dalam membawakan  puisi sehingga apa yang ingin disampaikan dapat dimengerti oleh para pendengar,” tutur Grace.

Sedangkan Sherly yang mengaku mengagumi Anggun C. Sasmi, kini giat berlatih vokal bersama guru di sekolah dan di rumah bersama ayahnya. Dirinya berlatih teknik  bernyanyi, vokal dan pembawaan.

“Bapak suka bermain keyboard, suka nyanyi jadi saya sering bernyanyi bersama bapak sehingga memotivasi saya untuk terus giat berlatih. Akhirnya saya bisa jadi juara di Kupang,” terang Sherly.

Sementara Grace berkisah bahwa ayahnya yang pernah menjadi seorang wartawan  adalah lelaki yang gemar membaca puisi dan mempunyai banyak koleksi buku puisi sehingga membuatnya tertarik untuk membaca.

“Setiap kali pesanan bapak berupa buku puisi tiba di rumah, saya orang pertama yang membaca buku puisi tersebut. Saya awalnya membuat puisi hanya berkisar pengalaman pribadi saja. Namun setelah menjuarai lomba saya mulai membuat puisi yang temanya lebih luas,” jelasnya.

Kepala Sekolah SMPK Frater Maumere, Frater Herman Yosep, BHK merasa sangat bangga akan prestasi yang diraih oleh anak-anak didiknya meski banyak juga pelajar yang memiliki potensi seperti keduanya, namun keduanya lebih unggul dibanding yang lainnya.

“Karena keduanya lebih baik maka kami memilih mereka untuk ikut berkompetisi. Harapan kami semoga Grace dan Beatrix dapat memberikan yang terbaik pada ajang tingkat nasional nanti,” harapnya.

Menurut Frater Herman, di usia seperti mereka berdua yang masih belia, memiliki potensi yang luar biasa dan mempunyai mental yang bagus untuk mengikuti kompetisi di tingkat nasional.

Lihat juga...