DPRD Sikka Dukung Penertiban Pasar Alok

MAUMERE –  DPRD Sikka mendukung langkah pemerintah daerah setempat terkait diterapkannya retribusi Pasar Alok, yang selama ini dikeluhkan oleh para pedagang.

Heny Doing, anggota DPRD Sikka yang mengapresiasi langkah pemerintah daerah dalam melakukan penertiban di Pasar Alok. -Foto: Ebed de Rosary

Anggota Dewan DPRD Sikka, Heny Doing, mengatakan, kehadiran Satpol PP Sikka di Pasar Alok tidak salah dan sesuai peraturan, dan dirinya mendukung langkah yang dimabil pemerintah guna melakukan penertiban terkait retribusi masuk dan uang sewa kios dan lapak.

Namun, Heny meminta fasilitas di Pasar Alok, seperti MCK dan lainnya yang dipersoalkan pedagang untuk diperbaiki, agar para pedagang dan pembeli yang datang bisa merasa aman dan nyaman serta para pedagang pun bisa berjualan dengan tenang dan mendapat keuntungan.

Anggota dewan lainnya, Gregoriuss Nago Bapa, mengatakan, dalam kehidupan bermasyarakat harus ada rambu-rambu yang mengatur termasuk di Pasar Alok, di mana ada yang perlu diatur dan penerapan aturannya tentu sudah melalui pertimbangan.

“Apa yang disampaikan pemerintah dan pedagang tidak salah, hanya masalah komunikasi saja antara kedua belah pihak yang masih kurang, sehingga terkesan ada permasalahan dan salah tanggap,” ujarnya, dalam rapat dengar pendapat bersama pemerintah daerah Sikka dan pedagang, Rabu (6/9/2017).

Hadir dalam rapat tersebut, para pedagang Pasar Alok yang didampingi GMNI Sikka, serta Pemda Sikka yang diwakili Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Manengah, dan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar).

Stef Sumandi, anggota dewan, menyebut memang ada banyak permasalahan yang terjadi di Pasar Alok, namun jangan sampai dalam penerapannya merugikan salah satu pihak dan peraturan harus ditegakkan bagi siapapun.

Siflan Angi, dan Florensia Klowe serta Afriuds Aeng, juga sependapat dengan anggota dewan lainnya dan menyetujui langkah yang diambil Satpol PP dan Damkar serta Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Sikka dalam melakukan penertiban di pasar tersebut.

Menurut Siflan, apa yang disampaikan pedagang juga benar dan disampaikan pemerintah juga benar, sehingga perlu duduk bersama membahasnya dan dicarikan solusi yang terbaik, agar kedua belah pihak sama-sama merasa tidak dirugikan.

Florensia tegas mengharapkan, agar penataan Pasar Alok harus dilakukan, dan perlu ada klasifikasi pedagang. Misalnya, pedagang tekstil, sayur dan lainnya harus berada dalam satu areal atau los, sehingga memudahkan pembeli dan lebih terlihat tertib dan rapih.

Salah satu srikandi di DPRD Sikka ini juga mengharapkan, agar pemerintah melakukan penertiban kepada para pedagang di jalan-jalan dan juga di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Alok Maumere, agar tidak berjualan di tempat tersebut sehingga Pasar Alok akan menjadi ramai.

“Kalau melihat data pengunjung, maka dalam sehari ada seribu sampai tiga ribu orang yang mengunjungi Pasar Alok, sehingga tidak bisa dikatakan sepi, hanya perlu diperhatikan fasilitas di pasar tersebut serta perlu ditata agar lebih baik,” pungkasnya.

Lihat juga...