Dinas Pendidikan NTB Usul Angkat 5.200 Guru Non PNS
MATARAM – Untuk memenuhi kekurangan tenaga pengajar di sejumlah sekolah swasta maupun negeri di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB mengusulkan pengangkatan 5.200 guru non PNS kepada Gubernur NTB.
“Kalau dari sisi jumlah, kita masih sangat kekurangan tenaga pendidikan di NTB, baik negeri maupun swasta, makanya kita usulkan pengangkatan 5.200 guru non PNS untuk memenuhi kekurangan tersebut,” kata Seruji usai mengikuti acara diskusi mengurangi kesenjangan mutu pendidikan di daerah di Hotel Golden Palace Mataram, Rabu (27/9/2017).
Ia mengatakan untuk tingkat pendidikan menengah sederajat dan pendidikan luar biasa sampai Januari 2018, angkanya diproyeksikan akan mencapai 3.500 guru produktif, mengingat selama sekian tahun tidak pernah ada penerimaan CPNS Guru termasuk tahun ini dan pihaknya mempunyai data di setiap sekolah.
Kalau usulan 5.200 guru non PNS tersebut diterima, maka kekurangan guru, baik sekolah negeri maupun swasta, terpenuhi. Terutama untuk sekolah kejuruan dan SMA swasta yang kekurangan guru mata pelajaran biologi.
“Selain guru, kita juga mengusulkan anggaran senilai Rp120 miliar untuk mengaji semua guru non PNS tersebut,” katanya.
Pengangkatan guru non PNS sendiri kewenangannya ada di Badan Kepegawaian Daerah (BKD), kepala sekolah di setiap sekolah yang akan mencari orang, lalu dipersilakan melamar. Proses rekrutmen sendiri akan dilakukan terbuka, sehingga siapa saja boleh melamar dengan syarat yang telah ditentukan dari BKD.
Murtini, salah seorang Kepala Sekolah Dasar Negeri di Mataram mengaku, sekolahnya hanya memiliki empat guru PNS, selebihnya merupakan guru honorer.
“Idealnya jumlah guru di SD semestinya harus sesuai jumlah ruang belajar atau kelas ditambah guru agama dan olahraga, baru pas,” katanya.
Ia pun berharap supaya kekurangan tersebut bisa dipenuhi Dikbud NTB dalam upaya meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di NTB, khususnya tingkat SD.