Cuaca Buruk, Nelayan Tradisional di Sumbar Urung Melaut
PADANG – Cuaca buruk yang melanda daerah Sumatera Barat (Sumbar) membuat para nelayan tradisional mengurungkan niat untuk melaut. Cuaca buruk yang terjadi seperti hujan yang turun dengan intensitas lebat dan disertai angin kencang.
Salah seorang nelayan tradisional di Padang, Gundar menjelaskan, hampir selama tiga pekan ini hujan disertai angin kencang terjadi di daerahnya dan membuat para nelayan tidak bisa melaut. Ia mengaku, dilema dengan kondisi hujan yang turun dengan rentang waktu yang cukup lama, mengingat nelayan adalah mata pencarian hidupnya.
“Jika hujannya turun satu atau dua hari, tidak apa-apa, akan tetapi jika seperti ini hujan turun sepanjang hari, dari pagi dan hingga pagi, saya sebagai seorang nelayan agak dilema juga,” katanya, Senin (11/9/2017).
Menurut Gundar, selain khawatir dengan kondisi perekonomian keluarga, ia juga khawatir akan terjadinya kenaikan harga ikan di pasaran. Karena melihat sebelumnya, apabila cuaca dalam kondisi yang tidak bersahabat, maka akan berpengaruh terhadap harga ikan di pasaran.
Ia menyebutkan, hasil tangkapan ikan dari nelayan tradisional selama ini cukup membantu masyarakat untuk mendapatkan harga ikan yang lebih murah. Namun dengan kondisi yang terjadi belakangan ini, para nelayan tradisional tidak bisa berbuat apa-apa.

Menyikapi kondisi yang cuaca yang terjadi belakangan ini, Kasi Observasi dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Padang Pariaman, Budi Imam Samiaji menjelaskan, hujan dan disertai angin kencang yang tejadi pada bulan September ini merupakan dampak dari kondisi cuaca peralihan dari musim panas ke musim hujan.
“Jadi pada kondisi peralihan cuaca ini, hujan yang turun dalam rentang intensitas sedang-lebat dan disertai angin kencang. Tapi, kondisi ini tidak akan berlangsung sepanjang bulan September, akan tetapi hujan akan turun dengan rentang waktu yang cukup lama yakni Oktober-September,” jelasnya.
Menurut Budi, pada bulan Oktober-September mendatang daerah di Sumbar secara merata akan menghadapi musim hujan. Kondisi yang demikian dinilainya merupakan kondisi cuaca yang terjadi di setiap tahun, cuaca hujan akan terjadi menjelang akhir tahun.
Untuk itu, ia berharap kepada masyarakat, nelayan, petani, ataupun pemerintah bisa mempersiapkan segala sesuatu untuk menghadapi musim hujan. Karena selama ini, apabila hujan turun berkepanjangan, bencana banjir sangat rentan terjadi di berbagai daerah di Sumbar.
“Bencana banjir yang terjadi turut berdampak kepada petani dan hujan yang turun berkepanjangan berpengaruh kepada nelayan. Untuk itu, semoga pemerintah ada langkah yang konkrit untuk mempersiapkan musim hujan yang datang pada bulan Oktober-November,” harapnya.