BI Bantu Bibit Bawang Merah pada Petani Balikpapan

BALIKPAPAN – Guna meningkatkan produksi bawang merah dari sisi kualitas hingga kuantitas dalam pemenuhan kebutuhan bawang merah di Kota Balikpapan, Bank Indonesia memberikan bantuan umbi bibit bawang merah kepada petani.

Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Suherman Tabrani. –Foto: Ferry Cahyanti

Bantuan bibit itu berupa bibit umbi bawang merah bersertifikasi, varietas Bima Brebes label ungu, masing-masing 1,15 ton untuk pelaku klaster di Kota Balikpapan dan Kabupaten Penajam Paser Utara. Pengembangan klaster yang dilakukan oleh Bank Indonesia menjadi aksi nyata dari peran BI dalam pengendalian inflasi daerah, yang programnya dari hulu ke hilir.

“Melalui program ini produksi bawang merah di Balikpapan dan Penajam bisa mandiri dalam pemenuhan kebutuhan bawang merah. Permasalahannya kan sekarang ini tingginya ketergantungan petani bawang pada kesediaan umbi bibit dari luar daerah,” jelas Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Suharman Tabrani, Senin (25/9/2017).

Dia menjelaskan, program pengembangan klaster bawang merah ini akan dilaksanakan secara mulyitears di 2017 oleh BI dengan mengajak 10 orang petani Balikpapan dan PPU ke training center budidaya bawang merah dan serah terima bibit bibit bawang merah sebanyak 1.150 kilogram.

“Lainnya kami juga dalam proses pembangunan gudang penangkaran bibit bawang merah, sehingga petani tidak lagi tergantung pada kesediaan umbi di luar daerah,” kata Suharman.

Ia mengharapkan, dengan kontinyuitas produksi bawang merah di Kota Balikpapan dan Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai penunjang ketersediaan bawang merah konsumsi maupun bibit lokal dan menstimulasi petani lokal, untuk mengembangkan komoditas tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Balikpapan, Yosmianto, mengatakan petani bawang merah di Balikpapan sebanyak 5 kelompok petani, masing-masing terdiri dari 30 petani. Sedangkan yang dibantu dari Bank Indonesia satu kelompok tani dan satu kelompok tani seluas 1 hektare.

“Ada 5 kelompok tani dan yang di bantu 1 kelompok tani. Ada sekitar 1 ton bantuan bibit dari BI, termasuk pengadaan gudang bibit,” paparnya.

Menurutnya, kebutuhan bawang merah di Balikpapan sebanyak 3 kg untuk per orang/tahun.  “Dengan adanya bantuan ini dapat mengurangi ketergantungan petani bawang merah dari luar daerah. Kendala yang ditemui petani adalah pengadaan bibitnya masih dari luar, sehingga dengan adanya pelatihan dapat melatih petani,” ulas pria yang akrab di sapa Yos.

Ia menambahkan, 4 kelompok tani lainnya nanti akan di bantu bibit melalui APBN 2017 dengan luas area tanam 5 hektare. “Rencana untuk 5 hektare akan dibantu dalam bentuk bibit melalui APBN. Tapi, belum tahu realisasinya kapan,” imbuhnya.

Lihat juga...