Bangladesh Bebaskan Dua Wartawan Myanmar Dengan Jaminan

DHAKA – Dua wartawan dari Myanmar yang ditahan di Bangladesh karena melaporkan arus ribuan Muslim Rohingya, telah dibebaskan. Pembebasan tersebut dilakukan dengan memberikan jaminan.

Kedua wartawan tersebut ialah Minzayar Oo dan Hkun Lat, yang ditahan pada awal September di kawasan perbatasan Bangladesh, Cox’s Bazar, tempat pengungsi tiba dari Myanmar untuk menyelematkan diri dari operasi militer terhadap para pemberontak.

“Satu pengadilan membebaskan mereka setelah ada jaminan tetapi mereka belum boleh kembali ke negaranya sekarang,” kata seorang perwira polisi bernama Ranajit Kumar Barua, Sabtu (23/9/2017).

Ditambahkan bahwa pengadilan akan memutuskan apakah kedua wartawan tersebut dapat meninggalkan negara itu. Keduanya disidang dalam persidangan terpisah yang bisa berlangsung pada waktu yang akan ditentukan pekan depan.

Keduanya ditangkap karena melanggar undang-undang imigrasi. Namun hingga kemarin menurut Barua, belum ada tuduhan yang dikenakan. Perwira polisi tersebut membantah laporan yang menyebut keduanya telah dituduh melakukan kegiatan mata-mata.

Seorang pengacara yang mendampingi kedua wartawan tersebut juga membenarkan pembebasan mereka tetapi tidak memberi rincian lebih jauh. Kepolisian Bangladesh mengatakan kedua wartawan itu ditahan karena melakukan tugas jurnalistik untuk sebuah majalah Jerman, sementara mereka menggunakan visa turis.

Sebanyak 429.000 pengungsi dari Myanmar telah menyelamatkan diri ke Bangladesh sejak 25 agustus, ketika para militan Rohingya melancarkan serangan-serangan atas pos-pos keamanan yang memicu aksi balasan oleh tentara Myanmar.

Majalah GEO dari Jerman, yang menugaskan Minzayar Oo untuk meliput krisis Rohingya, mengatakan dia telah pergi ke Bangladesh pada 6 September dan ditahan hari berikutnya.

Minzayar Oo merupakan salah seorang fotografer paling terkenal di Myanmar dan bekerja untuk berbagai media, meliput kebangkitan negara itu dari kekuasaan militer. Ia sebelumnya bekerja dengan kantor berita Rueters berdasarkan kontrak.

Hkun Lat juga fotografer terkenal di Myanmar dan telah meraih sejumlah penghargaan atas liputannya di kawasan-kawasan konflik. (Ant)

Lihat juga...