Petani Ikan Keramba di Sumbar Bingung Cari Nafkah

PADANG — Petani di sekitar Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Joni, mengaku kesulitan mencari penghasilan untuk keluarga setelah ditutupnya usaha Keramba Jaring Apung (KJA) oleh pemerintah, karena adanya pencemaran air.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Yosmeri. -Foto: M. Noli Hendra

Menurutnya, sejak adanya penutupan KJA, cukup banyak petani di Danau Maninjau kebingungan untuk mencari pekerjaan, sebagai peralihan dari petani KJA menjadi usaha lainnya. Ia berharap, agar ada solusi dari pemerintah terkait ditutupnya KJA di Danau Maninjau tersebut.

“Mau apa lagi, karena ini pencamaran air, jadi harus dipatuhi. Karena jika dipaksakan juga malah rugi, karena ikan-ikan di dalam keramba tidak akan bertahan hidup, akibat pencamaran air,” katanya, Selasa (22/8/2017).

Sementara itu, ketika dikonfirmasi, Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat, Yuliarman, mengatakan, kondisi yang dihadapi oleh petani di kawasan Danau Maninjau perlu menjadi perhatian pemerintah dan perlu dicarikan solusinya.

Untuk itu, ia meminta agar pemerintah mendorong masyarakat untuk mengembangkan usaha tambak ikan atau usaha pertanian dan sarana prasarana harus dilengkapi. Ia menilai, penutupan usaha keramba di pinggir Danau Maninjau, tidak hanya berdampak kepada mata pencaharian petani keramba, tetapi turut membuat masyarakat kebingungan untuk mencari nafkah, yang sebelumnya menggantungkan hidup menjadi petani KJA.

“Sejak usaha keramba di Danau Maninjau ini ditutup, dari keterangan masyarakat berdampak kepada pasokan ikan air tawar yang mulai tersendat di pasaran dan menyebabkan harga ikan mulai naik”, jelasnya.

Bahkan, hampir 70 persen kebutuhan ikan air tawar di Sumatera Barat didatangkan dari Danau Maninjau, dan kondisi yang seperti ini, tentunya menjadi permasalahan yang besar bagi kebutuhan ikan di Sumatera barat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatera Barat, Yosmeri, mengatakan, untuk petani KJA di Danau Maninjau, Pemprov telah menyediakan agenda untuk pembinaan dan pelatihan untuk petani ikan di Danau Maninjau.

“Tidak mungkin kita abaikan saja petani ikan itu, dan Pemprov akan memberikan pelatihan dan pembinaan, agar masyarakat di sekitar Danau Maninjau bisa mencari nafkah,” tegasnya.

Lihat juga...