Sokosewu Festival Meriahkan HUT Kemerdekaan

PONOROGO — Warga desa Sukorejo, Ponorogo bersama pemuda karangtaruna Bolosewu dan seni sabuk janur menghelat acara Sokosewu Festival dalam rangka peringatan hari Kemerdekaan ke-72 RI, Minggu (13/8/2017).

Dalam festival ini ada arak-arakan 30 tumpeng, 300 umbul-umbul dan 1000 bendera merah putih. Seluruh warga desa Sukorejo menampilkan berbagai kreatifitas mulai dari berdandan ala anggota wayang, warok, jathil, kakang senduk bahkan juga ada ogoh-ogoh, diarak berkeliling desa.

Kepala Desa Sukorejo, Supriyanto mengatakan acara ini baru pertama kali dihelat di Desa Sukorejo yang digunakan untuk memperkenalkan kawasan wisata Sokosewu yang kini mulai ditinggalkan.

“Persiapan Sokosewu festival ini hanya dua minggu, beruntung acara ini disambut baik oleh warga,” jelasnya kepada Cendana News di lokasi.

Para pemuda yang tergabung kedalam karangtaruna Bolosewu rela membawa umbul-umbul setinggi 2 meter mengelilingi desa dan berakhir di Sokosewu. Bahkan Supriyanto sendiri berkostum seperti pangeran Diponegoro lengkap dengan kuda.

Menurutnya hal ini dilakukan untuk mengingatkan kembali kepada warga Desa Sukorejo, bahwa Taman Sokosewu pernah menjadi tempat singgah pangeran Diponegoro.

“Selain itu juga ada lomba tumpeng yang diikuti oleh ibu-ibu perwakilan setiap RT, juga ikut diarak,” ujarnya.

Lomba tumpeng ini merupakan salah satu bentuk memberdayakan ibu-ibu agar mau berkreasi dalam bidang kuliner. Setiap tumpeng yang di lombakan di batasi dengan anggaran Rp 100 ribu agar tidak berlebihan dan mudah di bawa saat akan di arak menuju taman Sokosewu. Kriteria penilaian tumpeng mulai dari keunikan rasa, isi dan kebersihan tumpeng.

Salah satu peserta lomba tumpeng, Tari mengaku sehari sebelumnya sudah berbelanja. “Saya mempersiapkan tumpeng ini sejak subuh tadi, berharap keluar sebagai juara,” terangnya.

Pengibaran bendera di Sokosewu/foto: Charolin

Puncak acara Sokosewu festival ini ada pagelaran budaya dari seniman Ponorogo, Seni Sabukjanur, seniman asal Venezuela, seniman Prancis dan pementasan wayang Diponegoro wayang kulit dan golek oleh Komunitas Pekatik Magetan berkolaborasi dengan Seni Sabukjanur, st.Purnama Nuswantari dan Masyarakat Desa Sukorejo bertempat di tengah Taman Sokosewu.

Lihat juga...