SMAK Frador Terapkan Sistem Belajar Rileks
LARANTUKA – Dalam melaksanakan kegiatan belajar-mengajar, SMAK Frateran Podor (Frador) Larantuka, Kabupaten Flores Timur, menerapkan pola yang berbeda sejak 2017. Bangku-bangku disusun berhadapan dan guru duduk di tengah para siswa-siswi, sehingga proses belajar dibuat lebih rileks.

Demikian disampaikan Robertus Sabon Taka, Guru Penata Kurikulum SMAK Frateran Podor (Frador), saat ditemui Cendana News di sekolahnya, Kamis (10/8/2017) siang. Menurut Robert, para pelajar dan orangtua harus memperluas pikiran, bahwa belajar itu bukan hanya duduk di kelas, tapi dari lingkungan dan orang lain, sehingga bisa dilakukan di mana saja.
“Belajar bukan hanya terjadi di sekolah dan tidak hanya dari guru, tapi dari orang lain, dari buku dan dari apa saja serta di mana saja dan kami telah menata ulang ruang kelas, agar bisa sekaligus menjadi tempat menempatkan media-media untuk menjadi bahan belajar,” ungkapnya.
Robert mengaku gembira, sebab sebagai guru kuirukulm SMAK Frateran Podor memiliki prinsip, bahwa anak itu bukan hanya belajar di sekolah saja, tetapi dari berbagai sumber termasuk dengan belajar di luar negeri melalui program beasiswa belajar selama setahun.
“Kalau sesuatu yang didapat di sana sangat baik untuk masa depan anak didik, maka itu adalah sekolah dan kalau tidak ada manfaat tentu kami juga tidak akan mengirimkan anak-anak kami mengikuti program belajar ini,” terangnya.
Kesempatan yang didapat oleh dua pelajar SMAK Frador, jelas Robert, di mana tahun 2018 dua anak akan belajar di Amerika selama setahun dan mereka akan meninggalkan sekolah, namun pihak sekolah pun tidak merasa rugi, karena akan banyak ilmu dan pengetahuan yang di dapat di sana sebagai negara maju.
Tiap tahun, sebutnya, SMAK Frador selalu mengusulkan beberapa siswa-siswinya untuk mengikuti beasiswa belajar ke Amerika, dan bila ada kesempatan untuk mengikuti pendidikan di negara lain, pihaknya juga akan mengirimkan anak didik untuk mengikuti tes.
“Kami juga menyadari, tentu anak-anak didik tersebut perlu disiapkan dengan bekal yang akan dipertunjukkan di sana, sehingga kedua siswi yang akan ke Amerika kami bekali dengan kemampuan menyanyikan lagu dan tarian daerah,” paparnya.
Rober menambahkan, sekolahnya juga melakukan bimbingan ekstra bahasa Inggris serta kegiatan belajar menulis esai dan opini dan rajin mencari tahu pengetahuan umum yang tidak bisa didapat di kelas.
“Kami juga memiliki Inggris Club, sehingga menjadi wadah bagi siswa-siswi kami untuk meningkatkan pengetahuan bahasa Inggris mereka,” jelasnya.
Hendrik, salah seorang pelajar yang ditemui Cendana News mengaku bangga bisa bersekolah di SMAK Frateran Podor, sebab di sekolah ini dirinya digembleng dengan sungguh-sungguh dan menerapkan disiplin yang ketat, sehingga bisa belajar dengan sungguh-sungguh. Ia mengaku, dengan pola belajar yang mirip diskusi dan tukar pendapat memberikan ruang kepada para siswa untuk mengeluarkan ide, pendapat dan gagasan, sehingga dididik berani berpendapat.
“Pola belajar siswa aktif ini penting, sebab kami sebagai siswa pun terlatih untuk berdiskusi dan berani mengemukan pikiran kami terkait apa yang dibahas, sehingga para murid bisa berpikir kritis,” ungkapnya.