Bisnis Sepatu Rajut di Semarang, Menjanjikan
SEMARANG — Homemade merupakan istilah bagi suatu produk yang bisa dihasilkan oleh industri rumahan yang semua proses produksinya bisa dilakukan di rumah. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Vici Wiendri Oktafianty, yang memiliki keahlian merajut.

Kerepotan ibu dengan tiga anak yang harus selalu ada di rumah justru menjadikan dia melihat peluang bisnis homemade berupa sepatu rajut. Wanita yang akrab dipanggil Vici ini mengaku, ide membuka bisnis rajut sepatu, karena dirinya memang hobi merajut.
Awalnya, dia membuat produk berupa tas rajut, kemudian kalung rajut. Tapi, semakin lama dia menyadari, perajin dari tas rajut semakin menjamur. Sedangkan untuk kalung rajut, menurutnya hanya sedikit orang yang suka menggunakan aksesoris.
“Karena tas rajut dan kalung rajut sudah tidak memungkinkan untuk dijadikan bisnis, kemudian saya berpikir mencari-cari ide produk rajut apa yang kira-kira unik dan memiliki pelanggan yang banyak di pasaran. Pada saat di Jogja, saya melihat beberapa perajin sepatu rajut, dan saya tertarik untuk belajar membuat sepatu rajut. Saya juga semakin yakin ini ada peluang bisnisnya, karena perajin sepatu rajut di Semarang jarang sekali”, ujar Vici, saat ditemui Selasa (22/8/2017).
Vici mengaku, dirinya pernah konsultasikan idenya dengan temannya dan guru tempat dia belajar merajut, namun menurut temannya hal itu tidaklah mungkin. Hal tersebut tidak mengendorkan semangat Vici, justru dia semakin penasaran dan mempelajari pola dari sepatu raut yang dia beli dari Jojga. Selain itu, dia juga antusias untuk belajar tutorial-tutorial dari internet.
“Pendek kata, saya terus belajar. Setelah bongkar 4 sepatu, saya mulai beranikan menerima pesanan. Saya juga mulai bikin buat anak-anak di rumah dan buat keponakan saya. Dari pesanan-pesanan itu saya bisa belajar bikin model yang bermacam-macam. Sebenarnya sehari saya targetkan bisa jadi 2 pasang sepatu. Tapi, karena keterbatasan yang harus mengurus ketiga anak saya, realisasinya saya hanya bisa memproduksi satu pasang sepatu”, tutur Vici.
Usaha Vici ini dipasarkan melalui media sosial. Produk yang dia jual adalah sepatu cover rajut wanita, pria dan anak-anak mulai umur satu tahun. Sedangkan variannya ada sepatu cover rajut flat dan ada cover sepatu wedges. Selain menggunakan media sosial, dia juga memiliki strategi khusus dalam memasarkan produknya, yaitu dengan membuat produknya memiliki keunikan yang tidak dimiliki produk lain.
“Saya selalu punya keyakinan yang punya sepatu rajut memang banyak, tapi tidak ada yang membuat sepatu rajut seperti yang saya bikin. Saya benar-benar menjaga, agar sepatu bikinan saya berbeda dengan sepatu lainnya yang sudah banyak beredar. Saya juga harus memahami keinginan customer yang tidak ingin sepatunya mengendor jika dipakai. Karena itu, selain keunikan, saya juga menjaga kualitas dari produk yang saya buat”, imbuh Vici.
Usaha sepatu rajut VICI ini sudah berjalan selama 3 tahun dengan omset saat ini mencapai Rp1,5 hingga 3 juta per bulan. Untuk membuat produknya, Vici memerlukan bahan sepatu karet yang akan dirajut, dan benang rajut yang berbahan nilon, agar sepatunya bisa dicuci. Cara pembuatannya adalah seperti meng-cover sepatu karet dengan benang rajutan, dan disesuaikan dengan pola-pola tertentu supaya telihat bagus.
“Supaya kualitas bagus, saya menggunakan benang nilon yang khusus, agar sepatu mudah dibersihkan. Namun, hal ini sering menjadi kendala, karena ketersediaan benang khusus untuk sepatu rajut sering kosong. Selain itu, saya juga sering kesusahan kalau ada request dari customer untuk menggunakan warna tertentu yang tidak ada di toko langganan saya. Solusinya saya sering berkeliling mencari ke setiap toko benang. Kalau memang harus dipesan dulu, saya biasanya mengkonfrimasi apakah customer mau untuk menunggu lebih lama atau tidak”, kata Vici.
Vici mengaku, semakin hari semakin banyak permintaan dari customer, bahkan ada yang memintanya untuk dibuatkan sepatu rajut boot. Vici sendiri berharap sepatu rajutnya semakin berkembang dan dikenal oleh banyak orang. Dirinya optimis dengan menggunakan media sosial, usaha akan semakin berkembang, karena dirinya bisa berinteraksi dengan konsumen tanpa dibatasi ruang dan waktu.