Rumah Seni Nirmana Ajak Anak Usia Dini Berkreasi Barang Bekas
BALIKPAPAN – Untuk mengurangi jumlah sampah plastik yang dibuang ke tempat sampah dan memberdayakan limbah plastik jadi bermanfaat, Rumah Seni Nirmana mengajak sekaligus mengenalkan pengetahuan seni melukis dari barang bekas kepada anak usia dini di Balikpapan.
Co-founder Rumah Seni Nirmana Balikpapan, Sophie Razak, mengungkapkan, kegiatan mengenalkan seni berkreasi melalui limbah plastik untuk melatih kemampuan motorik halus mereka dengan berkreasi menghias barang bekas yaitu limbah botol mineral.
“Kita kenalkan secara langsung ke anak-anak bahwa ini limbah plastik yang masih bisa digunakan atau didaur ulang untuk berkreasi dalam seni. Kita kenalkan seni ke anak sekaligus agar bermanfaat dengan mengurangi jumlah sampah plastik,” paparnya, saat datang ke PAUD-KB Khansa di Jalan Pangeran Antasari Kecamatan Balikpapan Tengah.
Menurut Sophie, pengenalan seni akan terus dilakukan dengan mengajak anak-anak Indonesia untuk mengeksplorasi bahan-bahan bermain sensorik dan tentunya berkarya dengan cara yang menyenangkan.
Melalui keterampilan motorik halus (atau ketangkasan) maka akan terjadi koordinasi otot kecil dalam gerakan yang biasanya melibatkan sinkronisasi tangan juga jari dengan mata. Kompleks ketangkasan manual manusia dapat dikaitkan dan ditunjukkan pada tugas yang dikendalikan sistem saraf.
“Ini melatih mereka agar berkarya dengan melatih ketangkasan yang lebih baik. Berkreasi dengan barang bekas tentu saja banyak manfaatnya,” ulasnya, Rabu (16/8/2017).
Selain itu, Sophie mengatakan, dalam peringatan hari jadi negeri tercinta ke-72 tahun ini, juga dilakukan ajang kreasi melalui barang bekas dengan melukis botol plastik bertema merah putih.
“Rencananya, berkreasi dengan barang bekas juga kami selenggarakan di pantai bersama anak-anak usia dini, selain datang ke PAUD-PAUD,” tukasnya.
Terpisah, Kepala Sekolah PAUD-KB Khansa, Santi, menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan Rumah Seni Nirmana.
“Usia dini menjadi awal pendidikan pengenalan hingga mereka memahami apa itu lingkungan, limbah plastik sampai seni. Pastinya mereka senang dan antusias,” imbuhnya.
Dalam kegiatan itu dikatakannya, dari rumah seni ada beberapa instruktur yang mengajar anak-anak melukis dengan riang sehingga anak-anak menjadi lebih mudah beradaptasi.
“Waktu mengenal seni melukis barang bekas juga tidak lama hanya sekitar 1 jam. Meski hasil dari anak-anak melukis belum bagus seperti orang dewasa tapi sasarannya ingin mengenalkan seni dari barang bekas,” tambahnya.
