Putra Daerah Tanggapi Positif Wacana Pemindahan Ibu Kota Pesisir Selatan
PADANG — Wacana Ketua DPRD Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) Dedi Rahmanto Putra mendapat tanggapa beragam, mulai dari yang pro hingga yang kontra berujung demo. Yang mendukung menilai dipindahkan ke kecamatan lainnya, akan memudahkan masyarakat dari arah selatan untuk mendatangi ibu kota dalam hal pelayanan.
Edi Suandi, Putra daerah di Kecamatan Ranah Pesisir, yang aktif di sejumlah organisasi berharap kepada Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni agar tidak menyikapi wacana tersebut dari sisi politik, akan tetapi kaji letak geografis daerah yang berada di sepanjang pantai Samudera Pasifik. Perlu juga dipertimbangkan, apakah letaknya kini di Kota Painan mudah untuk dijangkau oleh masyarakat yang ada di selatan yakni di Air Haji.
Menurutnya, jika bicara terkait pemekaran kabupaten, hal itu akan sulit dilakukan, tapi akan lebih mudah, apabila ibu kota dipindahkan.
“Belajar dari Kabupaten Solok yang juga melakukan perpindahan ibu kota. Coba lihat sekarang kondisinya, lokasi yang ibu kota lama berkembangan dengan bagus, dan ibu kota yang baru memulai untuk maju,” jelasnya di Padang, Selasa (1/8/2017).
“Jadi, perpindahan ibu kota itu ada baiknya juga, agar perkembangan dan pertumbuhan Pesisir Selatan tidak terpusat di Painan saja, atau monoton, sementara kecamatan lainnya tidak ada perubahan apapun,”sambungnya.
Disebutkan, jika nanti ibu kota Pesisir Selatan dipindahkan ke Kecamatan Sutera atau Lengayang, maka akan ada hal baru yang tumbuh dan berkembang di daerah yang akan ditempati. Seperti infrastruktur, perekonomian, dan yang lainnya, serta yang di Painan bisa dijadikan pusat pariwisata dan juga pendidikan.
Bangunan-bangunan pemerintahan yang ada saat ini, seperti gedung DPRD, Kantor Bupati, dan aset-aset pemerintahan lainnya, bisa dialihkan untuk dijadikan perguruan tinggi dan juga perhotelan.
Mengingat Pantai Carocok dan Wisata Mandeh kedepannya akan menjadi wisata yang mendunia, perlu adanya perhotelan yang bagus. Dengan adanya cara ini, aset-aset pemerintah yang dimanfaatkan untuk perguruan tinggi dan perhotelan, bisa menjadi PAD (Pendapatan Asli Daerah).

Khusus pendidikan, saat ini perguruan tinggi di Pesisir Selatan belum bisa dikatakan bagus, sementara di daerah lainnya, seperti Bukittinggi, Payakumbuh, Padang Panjang, dan yang lainnya itu saya lihat mereka sangat bagus.
“Nah, dengan adanya gedung-gedung pemerintahan itu kita wujudkan perguruan tinggi yang bagus, nantil berilah nama salah satu tokoh. Apabila hal ini terwujud, Pesisir Selatan akan dipandang sebuah daerah yang cerdas dalam pengelolaannya,” ujar Supervisi Area V PMU Tabur Puja Wilayah Sumatera Barat ini.
Edi juga menyebutkan, soal pariwisata, saat ini meski Pembab telah berupaya untuk menyediakan lahan parkir untuk masuk ke lokasi wisata Pantai Carocok. Kondisi itu tidak akan bertahan lama, karena yang namanya wisatawan akan terus bertambah jumlahnya.
Pemkab memerlukan tempat yang memadai, dalam hal ini jika ibu kota dipindahkan, cukup banyak tempat yang bisa difungsikan untuk tempat parkir. Sehingga kendaraan yang hendak masuk ke Pantai Carocok di alih ke Kota Painan, dan nanti Pemkab menyediakan sebuah bus pengangkut untuk masuk ke Pantai Carocok.
“Apabila hal tersebut terwujud, maka Pantai Carocok akan menjadi kawasan yang benar-benar khusus untuk berwisata, dan tidak akan ada lagi sausana kendaraan yang menumpuk,” katanya.
Tidak hanya itu, bagi daerah yang menjadi ibu kota baru untuk Pesisir Selatan, akan berkembang seiring aktifitas pemerintahan dilakukan. Begitu juga dalam hal pelayanan dan juga RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) nya.
Selama ini yang dari selatan hendak ke RSUD Painan membutuhkan perjalan yang berjam-jam dan bahkan sampai lima jam, ujung-ujungnya pasien yang dibawa tidak terselamatkan saat sampai di Painan. Namun, jika ibu kota pemerintahan dialihkan ke arah selatan itu, terserah mau di Kecamantan Sutera atau di Kecamatan Lengayang, maka pelayanan akan merata. Dari utara bisa datang, dan dari selatan juga bisa mudah menjangkau pusat pemerintahannnya.
“Namun, jika pun nanti bupati mempertimbangkan kajian ini, tentunya masyarakat di arah utara jangan menganggap bupatinya tidak peduli bagi masyarakat di utara. Toh selama ini masyarakat di selatan sudah cukup mengeluhkan jauhnya akses untuk mencapai pusat pemerintahan di Pesisir Selatan,” ungkapnya.
Sebelumnya, Ketua DPRD Pesisir Selatan Dedi Rahmanto Putra mewacanakan agar ibu kota kabupaten Pesisir Selatan yang berada di Kecamatan IV Jurai dipindahkan ke Kecamatan Lengayang agar pelayanan masyarakat di daerah tersebut merata. Hal tersebut mengingat, karena Lengayang berada di tengah-tengah kabupaten sehingga masyarakat yang berdomisili di selatan dan utara menempuh jarak yang sama ke ibu kota kabupaten untuk mendapatkan pelayanan.